JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Wali Kota New York, Amerika Serikat, Zohran Mamdani, menyatakan bahwa penyanyi Taylor Swift telah membayar lebih dari 160.000 dollar AS atau sekitar Rp2,89 miliar untuk memperoleh izin penyelenggaraan pesta pernikahannya. Pembayaran itu, menurut dia, dilakukan beberapa hari sebelum acara berlangsung.
“Taylor Swift telah membayar biaya perizinan yang diajukan, lebih dari 160.000 dollar AS untuk penyelenggaraan acara dan respons terhadap acara tersebut. Izin itu diselesaikan beberapa hari sebelum acara berlangsung,” ujar Mamdani dalam konferensi pers yang dikutip The Hollywood Reporter, Jumat (10/7/2026).
Pernyataan itu disampaikan Mamdani dalam konferensi pers yang sejatinya tidak membahas pernikahan Swift. Namun, ia menanggapi pertanyaan mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan penyanyi tersebut untuk penyelenggaraan pesta.
Pernikahan Taylor Swift dengan atlet football Travis Kelce sebelumnya menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak mempertanyakan penggunaan sumber daya kepolisian New York (NYPD) untuk mengamankan acara tersebut dan menilai biaya pengamanan semestinya tidak dibebankan kepada pembayar pajak.
Menanggapi kritik itu, Mamdani menegaskan bahwa Swift telah menanggung biaya yang timbul dari penyelenggaraan acara, termasuk kebutuhan pengamanan oleh NYPD selama hari pernikahan serta jamuan makan malam yang digelar sehari sebelumnya.
Saat dimintai penjelasan apakah angka 160.000 dollar AS tersebut telah mencakup biaya lembur personel NYPD, Mamdani menegaskan nominal itu merupakan biaya perizinan yang dibayarkan kepada Pemerintah Kota New York untuk penyelenggaraan acara.
Ia juga mengungkapkan bahwa permohonan izin acara khusus baru disetujui oleh otoritas perizinan Kota New York dua hari sebelum pesta pernikahan berlangsung dan seluruh biaya perizinan ditanggung oleh pihak penyelenggara.
Sejumlah media lokal melaporkan, pesta pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce diperkirakan menghabiskan dana sekitar 15 juta dollar AS atau sekitar Rp 271 miliar. Acara itu disebut dihadiri sekitar 1.000 tamu, termasuk sejumlah selebritas, serta digelar di kawasan Madison Square Garden, Manhattan. Lokasi tersebut mengharuskan dilakukan penutupan sejumlah ruas jalan dan pengendalian massa oleh NYPD selama acara berlangsung. (ihd)














