JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Dalam hidup, tidak semua perpisahan menutup pintu selamanya. Ada kalanya jarak justru menjadi ruang untuk merenung, bertumbuh, lalu kembali dengan kesadaran yang baru. Nada itulah yang mengalir dalam film Modual Nekad, ketika Gisella Anastasia dan Gading Marten kembali dipertemukan sebagai suami istri di layar lebar.
Film garapan sutradara Imam Darto ini melanjutkan kisah Modal Nekad, ketika Saipul dan Gina memilih berpisah. Kali ini, perjumpaan kembali mereka bukan sekadar pengulangan cerita lama, melainkan perjalanan pulang yang sarat perubahan. Rujuk hadir bukan sebagai jalan pintas, melainkan sebagai buah dari proses batin —tentang iman, tanggung jawab, dan keberanian memperbaiki diri.
Gina, yang diperankan Gisella Anastasia, digambarkan menjalani transformasi personal. Dalam film ini, perubahan itu ditandai dengan pilihannya berhijrah dan mengenakan hijab. Sebuah simbol yang tidak hanya menempel pada penampilan, tetapi pada keputusan hidup yang lebih dalam.
Gisella mengaku, sebelum menerima peran tersebut, ia memastikan cerita yang ditawarkan memiliki pijakan yang jelas. “Waktu pertama ditawari, saya diingatkan untuk membaca naskahnya dulu. Setelah dibaca, ternyata aman. Ceritanya rujuk, lalu hijrah pakai hijab, dan kembali membangun rumah tangga,” ujarnya seusai pemutaran film Modual Nekad di Jakarta, Senin.
Sementara itu, Saipul —yang diperankan Gading Marten— hadir sebagai sosok yang lebih matang. Ia tidak lagi digambarkan sebagai lelaki yang sekadar bereaksi terhadap keadaan, melainkan seseorang yang belajar menimbang konsekuensi, menempatkan keluarga sebagai poros utama, dan memilih bertahan demi masa depan anaknya, Aisyah.
“Saipul sudah dewasa. Dia melihat keadaan, memikul tanggung jawab, dan memilih rujuk karena sayangnya ke Aisyah. Di situ keluarga menjadi nomor satu,” kata Gading. Baginya, skrip film ini mencerminkan fase hidup yang pelan-pelan dialami banyak orang: belajar dewasa, belajar menahan ego, dan belajar memilih yang lebih penting.
Kisah personal itu berjalan beriringan dengan cerita tiga bersaudara —Saipul, Jamal (Tarra Budiman), dan Marwan (Fatih Unru)— yang menghadapi guncangan besar ketika uang keluarga lenyap. Keputusan Marwan menggunakan uang tersebut untuk menebus rumah ayah mereka yang disita bank menjadi pemantik konflik sekaligus ujian solidaritas keluarga.
Dari sebuah koper kosong, ditemukan foto dengan deretan angka misterius. Temuan itu membawa ketiganya ke pusaran masalah yang lebih gelap: pengusaha berbahaya, oknum jaksa korup, dan masa lalu yang belum sepenuhnya selesai. Di titik inilah film ini mempertemukan komedi dengan kegelisahan, tawa dengan luka, dan hiburan dengan renungan.
Modual Nekad tidak menawarkan jawaban instan. Ia justru mengajak penonton melihat bahwa keluarga kerap dibangun dari pilihan-pilihan sulit, dari keberanian mengakui kesalahan, dan dari ikhtiar untuk berubah —meski tidak selalu mudah.
Dibintangi pula oleh Tarra Budiman, Fatih Unru, Gempita Nora Marten, Sahila Hisyam, Sadana Agung, Ira Wibowo, Surya Saputra, Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Andre Taulany, Surya Insomnia, Roy Marten, dan Ferry Maryadi, film komedi-drama keluarga ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 31 Desember 2025.
Di akhir tahun, Modual Nekad hadir sebagai pengingat: bahwa pulang tidak selalu berarti kembali ke tempat semula, melainkan ke niat yang lebih jernih —menjaga iman, merawat keluarga, dan terus belajar menjadi manusia yang lebih utuh. (ihd)














