Satgas PRR: Anggaran Renduk Harus Memberikan Manfaat Nyata bagi Penyintas Pascabencana

Minggu, 5 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Akselerasi pelaksanaan program pemulihan permanen pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus diupayakan seiring mulai disalurkannya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2026 kepada sejumlah kementerian dan lembaga (K/L). Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong seluruh instansi penerima segera merealisasikan program yang telah direncanakan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat terdampak bencana.

Kepala Posko Nasional Satgas PRR Pascabencana Sumatera Irjen Wahyu Bintono Hari Bawono menegaskan saat ini merupakan fase implementasi Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026–2028. Karena itu, seluruh kementerian dan lembaga diminta memprioritaskan pelaksanaan kegiatan yang telah memperoleh dukungan anggaran agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Menurut Wahyu, percepatan realisasi anggaran bukan sekadar memenuhi target penyerapan, tetapi menjadi langkah nyata untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat. Ia mengingatkan agar setiap rupiah anggaran diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan, mulai dari penyediaan hunian tetap, pemulihan infrastruktur dasar, hingga pelayanan publik.

“Tolong, dari penggunaan anggaran ini, manfaat dan dampaknya harus betul-betul dirasakan masyarakat. Karena di lapangan saudara-saudara kita masih hidup kurang baik. Masih banyak yang di huntara, dan masih banyak infrastruktur, khususnya jembatan, yang masih rusak berat serta situasi lain yang memang memerlukan langkah konkret pemulihan,” ujar Wahyu dalam Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi Anggaran Belanja Tambahan Tahun 2026 secara daring, Jumat (3/7/2026).

Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Medrilzam meminta seluruh kementerian dan lembaga menjaga konsistensi pelaksanaan program sesuai dokumen yang telah disepakati serta menghindari perubahan substansial selama Tahun Anggaran 2026.

“Seluruh kementerian dan lembaga agar memprioritaskan pelaksanaan kegiatan yang telah disetujui sehingga manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat. Apabila terdapat usulan perubahan lokasi, jenis kegiatan maupun output, pembahasannya dilakukan terlebih dahulu bersama Bappenas melalui mekanisme monitoring, evaluasi, dan revisi Rencana Induk,” ujar Medrilzam.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Sudarto menyampaikan sebagian besar kementerian dan lembaga utama telah memperoleh persetujuan anggaran sehingga proses pelaksanaan dapat segera dimulai. Ia mendorong seluruh penerima ABT untuk mempercepat pengadaan barang dan jasa, penandatanganan kontrak, serta pelaksanaan kegiatan dengan tetap menjunjung tinggi tata kelola keuangan negara yang baik.

“Kementerian dan lembaga yang telah menerima alokasi anggaran agar segera melaksanakan proses pengadaan, penandatanganan kontrak, dan pelaksanaan kegiatan tanpa penundaan. Seluruh tahapan harus dilaksanakan secara tertib administrasi, sesuai ketentuan, dan tetap berpedoman pada Rencana Induk yang telah disepakati bersama,” kata Sudarto.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, hingga saat ini terdapat tujuh kementerian dan lembaga yang telah menerima ABT, yakni Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sementara itu, pengajuan anggaran bagi kementerian dan lembaga lainnya masih terus diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026–2028, pemerintah telah menyiapkan 11.520 kegiatan yang dikerjakan secara kolaboratif oleh 33 K/L bersama pemerintah daerah terdampak dengan dukungan anggaran sebesar Rp100,166 triliun.(lsi)

Sumber : Satgas Prr

Berita Terkait

Hashim Djojohadikusumo didampingi Adhitya Yusma Perdana, Lantik Srikandi Jaga Desa Sayap Perempuan ABPEDNAS
Wamendagri Wiyagus Dorong Inovasi Pembiayaan demi Perkuat Pembangunan Daerah
Kegaduhan Lagu “Lalaki Langit” Berujung Klarifikasi, Kemendagri Panggil Bupati Purwakarta
Kemenag dan KPAI Kerja Sama Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan
Satgas PRR Usulkan Kenaikan Bantuan Renovasi Rumah, Ini Alasannya
Putus Rantai Kemiskinan, Menko AHY Dorong Optimalisasi Sekolah Rakyat Terintegrasi
Rakernas XVIII APEKSI Dorong Transformasi Kota melalui 10 Rekomendasi Strategis
Wamendagri Bima Arya: Karnaval Budaya Nusantara Perkuat Persatuan dan Sinergi Kota di Indonesia

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 09:35 WIB

Hashim Djojohadikusumo didampingi Adhitya Yusma Perdana, Lantik Srikandi Jaga Desa Sayap Perempuan ABPEDNAS

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:18 WIB

Satgas PRR: Anggaran Renduk Harus Memberikan Manfaat Nyata bagi Penyintas Pascabencana

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:11 WIB

Wamendagri Wiyagus Dorong Inovasi Pembiayaan demi Perkuat Pembangunan Daerah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:23 WIB

Kegaduhan Lagu “Lalaki Langit” Berujung Klarifikasi, Kemendagri Panggil Bupati Purwakarta

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:04 WIB

Kemenag dan KPAI Kerja Sama Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan

Berita Terbaru