Gedung MSUS Diresmikan, Bukti Kolaborasi Muhammadiyah dan UMY Bangun Pendidikan Berkualitas

Senin, 6 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PP Muhammadiyah, Prof. Dr Haedar Nashir meresmikan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) dengan menandatangani prasasti

Ketum PP Muhammadiyah, Prof. Dr Haedar Nashir meresmikan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) dengan menandatangani prasasti

JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta – Gedung Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) resmi diresmikan pada Sabtu (4/7/2026) setelah rampung dibangun dalam waktu 274 hari dengan nilai investasi mencapai Rp38,6 miliar. Pembangunan sekolah modern ini merupakan hasil kolaborasi lintas Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi salah satu kontributor utama melalui dukungan penyediaan lahan dan pendanaan.

Peresmian gedung dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.

Ketua Tim Pembangunan MSUS, Gita Danu Pranata, menjelaskan bahwa pembiayaan proyek tersebut merupakan hasil sinergi berbagai unsur di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Ini merupakan kolaborasi dari seluruh komponen di Persyarikatan Muhammadiyah. Pendanaan berasal dari PWM DIY, PDM Kota Yogyakarta, PDM Bantul, serta Amal Usaha Muhammadiyah, terutama UMY dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Tentu saja juga ada kontribusi dari SD Muhammadiyah Sapen sendiri,” ujarnya.

Menurut Gita, pembangunan yang dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun merupakan buah kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tim konsultan, perencana, hingga pengawas proyek.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DIY, pemerintah kabupaten dan kota, para konsultan, perencana, pengawas, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga pembangunan MSUS dapat diselesaikan sesuai target.

UMY juga memberikan kontribusi strategis melalui penyediaan lahan seluas 8.200 meter persegi yang menjadi lokasi pembangunan gedung MSUS. Kepercayaan pengelolaan lahan tersebut diberikan oleh Rektor UMY kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY sebagai bagian dari pengembangan pendidikan Muhammadiyah.

Selain itu, UMY berkomitmen melanjutkan dukungannya dengan membangun fasilitas lapangan olahraga luar ruang (outdoor) di kawasan yang sama sebagai bagian dari pengembangan kompleks pendidikan MSUS.

Dalam sambutannya, Haedar Nashir mengapresiasi semangat kolaborasi yang terbangun dalam proyek tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan MSUS menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga Muhammadiyah mampu melahirkan karya besar yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Yang luar biasa adalah munculnya spirit maju dan kebersamaan dari kepala sekolah, Ketua PDM beserta seluruh jajarannya, Ketua PWM, bahkan UMY yang pada awalnya tidak memiliki keterkaitan langsung, sehingga gedung ini akhirnya dapat terbangun,” ungkap Haedar.

Gedung MSUS memiliki luas bangunan 4.947 meter persegi dengan enam lantai yang dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti perpustakaan, klinik, ruang kelas berkonsep recliner seating, laboratorium sains, laboratorium bahasa, hingga area olahraga dalam ruang (indoor).

Pembangunan gedung dikerjakan oleh PT Karya Unggul Berkemajuan (PT KUB), perusahaan yang beranggotakan alumni UMY, di bawah pengawasan PT Muhammadiyah Prasarana Nasional (MPN), badan usaha milik PP Muhammadiyah.

MSUS dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027, tepatnya pada 13 Juli 2026. Ke depan, PWM DIY juga telah menyiapkan rencana pengembangan tahap berikutnya melalui pembangunan Tower II setinggi sembilan lantai untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas layanan pendidikan. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang
Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif
Dua Kepala Daerah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Pakar UMY Soroti Titik Rawan Kewenangan
Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung
PUSDHAM UMY Resmi Layangkan Amicus Curiae Perkara PHPU Pilpres 2024 ke MK
Pelunasan BLBI Selesai, Ekonom UMY Ingatkan Risiko Ketergantungan pada Surplus BI
Ekonom UMY Bedah Mekanisme Surplus Bank Indonesia di Balik Pelunasan Utang BLBI

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:18 WIB

Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi

Rabu, 30 September 2026 - 12:31 WIB

Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang

Rabu, 30 September 2026 - 11:39 WIB

Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif

Rabu, 30 September 2026 - 11:32 WIB

Dua Kepala Daerah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Pakar UMY Soroti Titik Rawan Kewenangan

Rabu, 30 September 2026 - 09:13 WIB

Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung

Berita Terbaru