Satgas Pangan Temukan Pelanggaran pada Beras Sania, Jelita, dan Setra Ramos

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Pangan Polri menemukan tiga
produsen beras premium yang diduga melanggar ketentuan mutu produk sebagaimana tertera dalam label kemasan. (Jennus)

Satgas Pangan Polri menemukan tiga produsen beras premium yang diduga melanggar ketentuan mutu produk sebagaimana tertera dalam label kemasan. (Jennus)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Satuan Tugas Pangan Polri menemukan tiga produsen beras premium yang diduga melanggar ketentuan mutu produk sebagaimana tertera dalam label kemasan. Ketiganya memasarkan beras dengan merek-merek terkenal yang beredar luas di pasar.

Produsen tersebut yakni PT PIM, PT FS, dan sebuah toko berinisial SY. Ketiganya disebut memproduksi beras dengan merek dagang seperti Sania, Jelita, Anak Kembar, Setra Ramos Merah, Setra Ramos Biru, serta Setra Pulen.

“Ketiganya memproduksi beras tidak sesuai standar mutu yang tertera pada label. Ini hasil penyelidikan kami setelah menerima aduan dari Menteri Pertanian,” kata Kepala Satgas Pangan Polri, Brigadir Jenderal (Pol) Helfi Assegaf, Kamis (24/7/2025), di Jakarta.

Laporan tersebut berasal dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mendapati anomali mutu dan harga beras di lapangan. Satgas Pangan lalu menyisir 212 merek beras melalui pengecekan ke pasar tradisional dan ritel modern serta uji laboratorium terhadap sampel beras.

Hasil uji menunjukkan indikasi ketidaksesuaian mutu pada produk dari tiga produsen. Penelusuran dilanjutkan dengan penggeledahan di sejumlah lokasi, antara lain gudang PT FS di Jakarta Timur dan Subang, Jawa Barat, serta gudang PT PIM di Serang, Banten. Pasar Induk Beras Cipinang di Jakarta Timur juga turut diperiksa.

Modus operandi yang ditemukan, menurut Helfi, yakni pemrosesan beras premium menggunakan teknologi tradisional maupun modern, namun mutu tidak sesuai standar kemasan. Penyidik juga telah menyita barang bukti sebanyak 201 ton beras dari berbagai lokasi, termasuk 39.036 kemasan ukuran 5 kilogram dan 2.304 kemasan 2,5 kilogram.

Kasus ini kini ditingkatkan ke tahap penyidikan. Para pelaku disangka melanggar Pasal 62 juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a dan f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Mereka juga dijerat Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Penyelidikan dan penyidikan terhadap peredaran beras dan komoditas pangan lain yang tak sesuai mutu akan terus kami lanjutkan,” ujar Helfi. (ihd)

Berita Terkait

Jasa Nikah Siri Tawarkan Jalan Pintas, Kemenag Ingatkan Dampak Jangka Panjang
Nanda Indira Terseret TPPU Dendi Ramadhona, Kejati Lampung: Belum Ada Penetapan
Korupsi Bea Cukai Kediri Bebani Pikiran Purbaya, Pembenahan DJBC Jadi Pekerjaan Rumah
Perlawanan Yaqut Ditolak, Sidang Dugaan Korupsi Kuota Haji Berlanjut
Pemerintah Targetkan Balik Nama Sertifikat Maksimal Dua Pekan Selesai
Polresta Tangerang Perketat Jalur Tol dan Stasiun Cegah Mobilisasi Massa ke Jakarta
Praperadilan Kedua Dokter Tifa Dipersoalkan, Kubu Jokowi Soroti Konsistensi Sikap
72 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Polri Telusuri Keterlibatan Korporasi

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:42 WIB

Jasa Nikah Siri Tawarkan Jalan Pintas, Kemenag Ingatkan Dampak Jangka Panjang

Selasa, 1 September 2026 - 05:11 WIB

Nanda Indira Terseret TPPU Dendi Ramadhona, Kejati Lampung: Belum Ada Penetapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Korupsi Bea Cukai Kediri Bebani Pikiran Purbaya, Pembenahan DJBC Jadi Pekerjaan Rumah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Perlawanan Yaqut Ditolak, Sidang Dugaan Korupsi Kuota Haji Berlanjut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Pemerintah Targetkan Balik Nama Sertifikat Maksimal Dua Pekan Selesai

Berita Terbaru