JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Kapten tim nasional Portugal Cristiano Ronaldo mempersembahkan kemenangan dramatis 2-1 atas Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 kepada rekan setimnya yang telah wafat, Diogo Jota, serta seluruh rakyat Portugal. Kemenangan yang diraih pada Jumat (3/7/2026) WIB itu mengantar Selecao das Quinas melangkah ke babak 16 besar.
“Kami menang untuk kami, Diogo, dan Portugal. Ayo maju!” tulis Ronaldo melalui akun media sosial resminya seusai pertandingan.
Ronaldo berperan penting dalam kebangkitan Portugal setelah mencetak gol penyeimbang lewat titik penalti pada menit ke-68. Saat laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Goncalo Ramos memastikan kemenangan Portugal melalui gol pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+4.
Hasil tersebut membawa Portugal menghadapi Spanyol pada babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung Selasa (7/7) WIB.
Selain mengantar timnya melaju ke fase berikutnya, Ronaldo juga menorehkan catatan bersejarah. Penyerang berusia 41 tahun itu menjadi pemain tertua yang mampu mencetak gol di fase gugur Piala Dunia, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang rekan setimnya, Pepe, ketika berusia 39 tahun.
Kemenangan atas Kroasia juga sarat makna emosional bagi Portugal. Seluruh skuad mendedikasikan hasil tersebut untuk mengenang Diogo Jota, yang meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di Spanyol pada 3 Juli 2025.
Sebelum wafat pada usia 28 tahun, Jota merupakan salah satu pilar penting tim nasional Portugal. Ia mencatatkan 14 gol dari 49 penampilan bersama tim nasional.
Menjelang laga melawan Kroasia, wajah Jota ditampilkan di layar besar Stadion BMO Field, Toronto, Kanada, ketika lagu kebangsaan Portugal berkumandang sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.
Penghormatan itu juga tercermin saat pelatih Portugal Roberto Martinez mengumumkan skuad Piala Dunia 2026. Meski telah tiada, nama Jota tetap dimasukkan secara simbolis sebagai “plus satu selamanya”.
“Daftar akhir mencakup 27 nama ditambah satu,” kata Martinez.
Menurut Martinez, kepergian Jota menjadi kehilangan yang sangat mendalam bagi seluruh tim. Karena itu, skuad Portugal merasa memiliki tanggung jawab untuk terus memperjuangkan mimpi sang penyerang sekaligus menjaga semangat yang selama ini ia tunjukkan di ruang ganti.
“Semangat, kekuatan, dan teladan Diogo Jota, sang ‘plus one’. Ia akan menjadi ‘plus one’ selamanya,” ujar Martinez. (ihd)














