Portal Penutup Akses Malioboro Tak Ramah Disabilitas dan Lansia

Minggu, 30 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA — Pemasangan portal pada akses pejalan kaki dikawasan Malioboro, Yogyakarta, menuai keluhan warga. Pembatas tersebut dinilai tidak ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, maupun pejalan kaki yang membutuhkan akses lebih mudah dan aman.

Keluhan tersebut mencuat setelah beredar rekaman yang memperlihatkan seorang nenek pengguna kursi roda kesulitan melewati akses yang kini terhalang portal dan pagar pembatas.

Dalam video yang beredar dari akun @suhargiyanto671, pengguna kursi roda tampak harus berupaya mencari celah untuk melewati pembatas. Kondisi itu memunculkan sorotan terhadap aspek aksesibilitas pada jalur yang digunakan masyarakat untuk menuju kawasan Malioboro.

Tak hanya pengguna kursi roda, keberadaan portal dan pagar pembatas juga dinilai menyulitkan lansia serta pejalan kaki lainnya. Beberapa pengguna jalan bahkan harus membungkuk atau mencari sisi tertentu agar dapat melewati jalur tersebut.

Warga menilai pembatasan akses memang dapat dilakukan untuk menjaga ketertiban maupun mengatur mobilitas di kawasan Malioboro. Namun, pemasangannya perlu tetap mempertimbangkan kebutuhan seluruh pengguna jalan, termasuk kelompok rentan.

Kondisi tersebut kembali menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas publik yang dapat diakses semua kalangan. Jalur pedestrian semestinya tidak hanya berfungsi sebagai ruang bagi pejalan kaki, tetapi juga dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh penyandang disabilitas dan lansia.

Portal atau pembatas yang dipasang seharusnya tidak menciptakan hambatan baru bagi pengguna kursi roda maupun masyarakat dengan keterbatasan mobilitas.

Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat mengevaluasi kembali desain dan posisi portal tersebut. Evaluasi diperlukan agar fungsi pengamanan atau pengaturan akses tetap berjalan tanpa mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan akses pedestrian yang layak.

Malioboro sebagai salah satu kawasan ikonik dan tujuan wisata utama di Yogyakarta dinilai perlu terus memperkuat konsep kawasan yang inklusif dan ramah bagi semua kelompok masyarakat.

Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dan solusi, sehingga akses dari Sosrowijayan menuju Malioboro tetap dapat dilalui dengan aman, termasuk oleh lansia dan penyandang disabilitas. (Aga)

Berita Terkait

Respon Walikota Yogyakarta untuk Tindaklanjuti Ketidaksesuaian Data Desil Warga
Warga Lansia di Yogyakarta Terdata Desil 10, Kondisi Rumah Justru Memprihatinkan
Kuliner Nusantara dan UMKM Bersatu di Festival Mustika Rasa Yogyakarta
RUU Perampasan Aset, Pakar UMY: Kepercayaan Publik Jadi Taruhan
Tak Semua Gigi Perlu Behel, Dokter Spesialis UMY Jelaskan Kapan Kawat Gigi Dibutuhkan
Dari Operasi Bibir Sumbing hingga Gigi Tiruan, FKG UMY Layani Warga Temanggung
RUU Perampasan Aset Ditargetkan Disahkan Desember, Pakar Hukum UMY Soroti Transparansi dan Batas Kewenangan
Jogja City Mall Rayakan Anniversary ke-12, Hadirkan Semangat Baru untuk Masyarakat Yogyakarta

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Portal Penutup Akses Malioboro Tak Ramah Disabilitas dan Lansia

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:29 WIB

Respon Walikota Yogyakarta untuk Tindaklanjuti Ketidaksesuaian Data Desil Warga

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Warga Lansia di Yogyakarta Terdata Desil 10, Kondisi Rumah Justru Memprihatinkan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Kuliner Nusantara dan UMKM Bersatu di Festival Mustika Rasa Yogyakarta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:18 WIB

RUU Perampasan Aset, Pakar UMY: Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Berita Terbaru

Yogyakarta

Portal Penutup Akses Malioboro Tak Ramah Disabilitas dan Lansia

Minggu, 30 Agu 2026 - 21:30 WIB