JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA — Pemasangan portal pada akses pejalan kaki dikawasan Malioboro, Yogyakarta, menuai keluhan warga. Pembatas tersebut dinilai tidak ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, maupun pejalan kaki yang membutuhkan akses lebih mudah dan aman.
Keluhan tersebut mencuat setelah beredar rekaman yang memperlihatkan seorang nenek pengguna kursi roda kesulitan melewati akses yang kini terhalang portal dan pagar pembatas.
Dalam video yang beredar dari akun @suhargiyanto671, pengguna kursi roda tampak harus berupaya mencari celah untuk melewati pembatas. Kondisi itu memunculkan sorotan terhadap aspek aksesibilitas pada jalur yang digunakan masyarakat untuk menuju kawasan Malioboro.
Tak hanya pengguna kursi roda, keberadaan portal dan pagar pembatas juga dinilai menyulitkan lansia serta pejalan kaki lainnya. Beberapa pengguna jalan bahkan harus membungkuk atau mencari sisi tertentu agar dapat melewati jalur tersebut.
Warga menilai pembatasan akses memang dapat dilakukan untuk menjaga ketertiban maupun mengatur mobilitas di kawasan Malioboro. Namun, pemasangannya perlu tetap mempertimbangkan kebutuhan seluruh pengguna jalan, termasuk kelompok rentan.
Kondisi tersebut kembali menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas publik yang dapat diakses semua kalangan. Jalur pedestrian semestinya tidak hanya berfungsi sebagai ruang bagi pejalan kaki, tetapi juga dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh penyandang disabilitas dan lansia.
Portal atau pembatas yang dipasang seharusnya tidak menciptakan hambatan baru bagi pengguna kursi roda maupun masyarakat dengan keterbatasan mobilitas.
Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat mengevaluasi kembali desain dan posisi portal tersebut. Evaluasi diperlukan agar fungsi pengamanan atau pengaturan akses tetap berjalan tanpa mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan akses pedestrian yang layak.
Malioboro sebagai salah satu kawasan ikonik dan tujuan wisata utama di Yogyakarta dinilai perlu terus memperkuat konsep kawasan yang inklusif dan ramah bagi semua kelompok masyarakat.
Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dan solusi, sehingga akses dari Sosrowijayan menuju Malioboro tetap dapat dilalui dengan aman, termasuk oleh lansia dan penyandang disabilitas. (Aga)














