JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA – Sejumlah pengunjung menyampaikan masukan kepada pengelola Taman Sari Yogyakarta terkait kenyamanan selama berwisata di kawasan cagar budaya tersebut. Aspirasi itu disampaikan sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi seluruh wisatawan.
Salah satu keluhan yang disampaikan berkaitan dengan keberadaan asap rokok di area lorong keluar dan pintu masuk Taman Sari. Pengunjung berharap kedua area tersebut dapat dijadikan kawasan bebas asap rokok agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung lain.
“Area wisata seharusnya memberikan kenyamanan bagi semua pengunjung. Mohon area lorong keluar dan pintu masuk difokuskan bebas asap rokok,” demikian salah satu masukan yang disampaikan kepada pengelola.
Menurut pengunjung, asap rokok yang berkumpul di lokasi tersebut dapat mengganggu, terutama bagi wisatawan yang memiliki riwayat asma atau gangguan pernapasan.
Selain itu, pengunjung juga menyoroti aktivitas foto prewedding yang dinilai kerap menghambat akses wisatawan di beberapa titik favorit Taman Sari. Mereka berharap pelaksanaan sesi foto dapat diatur lebih tertib, khususnya pada akhir pekan dan hari libur ketika jumlah pengunjung meningkat.
Pengunjung mengusulkan agar sesi foto prewedding pada Sabtu, Minggu, dan hari libur dibatasi atau dijadwalkan setelah pukul 09.00 WIB sehingga wisatawan tetap leluasa menikmati kawasan wisata.
Mereka juga berharap lorong maupun fasilitas umum tidak ditutup sepenuhnya selama proses pengambilan gambar berlangsung agar seluruh pengunjung dapat menikmati Taman Sari tanpa hambatan.
Masukan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas pelayanan wisata agar tetap nyaman, tertib, dan ramah bagi seluruh pengunjung.
Pengunjung berharap pihak pengelola bersama Keraton Yogyakarta dapat mempertimbangkan berbagai usulan tersebut sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan wisata di Taman Sari.
“Kami berharap ada tindak lanjut dari pihak Keraton maupun pengelola agar Taman Sari tetap adem, ayem, dan nyaman dikunjungi,” ujar salah seorang pengunjung.
Aspirasi tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata, kegiatan komersial, dan kenyamanan seluruh pengunjung demi mempertahankan daya tarik Taman Sari sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Yogyakarta.(waw)














