JENDELANUSANTARA.COM, JOGJA – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali melanjutkan program bedah Rumah Tidak Layak Huni menyasar dua keluarga Kelurahan Semaki, Minggu (2/7/2026) memperkuat kepedulian sosial bersama.
Perbaikan rumah ke-65 dan ke-66 tahun 2026 diberikan kepada Suryati serta Supriyanto sebagai penerima manfaat dengan kondisi hunian memerlukan perhatian serius.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan memimpin kegiatan bersama berbagai unsur, menghadirkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, DPRD, perangkat daerah, dan masyarakat setempat.
“Program ini rutin kami laksanakan setiap minggu dengan dua rumah sasaran,” ujar Wawan, “semangat gotong royong harus terus kita pelihara bersama.”
Menurut Wawan, dukungan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan Bank BPD DIY memperkuat percepatan pembangunan sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas sekarang.
Selain bantuan CSR, Dinas Perdagangan, Dinas Pemadam Kebakaran, Keluarga Kristiani Pemerintah Kota, serta Susanto Dwi Antoro turut memberikan dukungan nyata bersama.
Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro membantu penyediaan kusen pintu dan jendela agar proses renovasi berjalan semakin optimal.
Wawan juga menyerahkan bantuan tambahan untuk memperbaiki MCK komunal setelah menerima laporan kondisi sanitasi warga penerima manfaat masih memerlukan penanganan segera.
“Tadi saya mendapat laporan MCK komunal masih membutuhkan perhatian,” kata Wawan, “Insyaallah kami ikut membantu agar fasilitasnya menjadi lebih layak digunakan.”
Ia menegaskan pendataan calon penerima bantuan harus diperkuat supaya rumah dengan kondisi paling memprihatinkan memperoleh prioritas penanganan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Rumah yang paling memprihatinkan harus didahulukan,” tegas Wawan, “saya minta pendataan terus dilakukan agar semakin banyak warga memperoleh manfaat program.”
Suryati mengaku bersyukur setelah rumahnya akhirnya memperoleh bantuan perbaikan karena selama bertahun-tahun mengalami kebocoran atap, pintu lapuk, serta kerusakan bagian belakang rumah.
“Kalau hujan selalu bocor, pintu juga sudah rusak,” ungkap Suryati, “terima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta dan semua pihak membantu kami.”
Supriyanto yang bekerja sebagai buruh percetakan rumahan mengatakan rumahnya sudah tua sehingga atap, dinding, lantai, dan kayu penyangga memerlukan perbaikan menyeluruh segera.
“Saya bersyukur mendapat kesempatan ini,” ujar Supriyanto, “program ini benar-benar menyentuh masyarakat dan dilaksanakan secara adil tanpa membedakan siapa pun.”
Program bedah rumah membuktikan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, DPRD, dan masyarakat mampu menghadirkan hunian layak sekaligus memperkuat budaya gotong royong Kota Yogyakarta.(waw)














