Pendidikan Politik Perempuan Digelar di Jogja, Tekankan Akses dan Representasi Setara

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) resmi menggelar pendidikan politik bagi kelompok perempuan.

Kegiatan bertema “Aktivisme Perempuan Yogyakarta dalam Partisipasi Demokrasi yang Bermakna” ini berlangsung selama dua hari, 20–21 April 2026, di Hotel Harper Malioboro By Aston.

Program ini disebut sebagai langkah konkret memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal.

“Demokrasi tidak cukup hanya menghadirkan perempuan secara simbolik, tetapi harus benar-benar memberi ruang kekuasaan yang setara,” tegas panitia kegiatan.

Menurutnya, partisipasi perempuan selama ini masih sering sebatas formalitas, belum menyentuh aspek pengambilan keputusan yang strategis dalam kebijakan publik.

Bakesbangpol menekankan bahwa partisipasi bermakna harus mencakup akses politik yang adil, representasi substantif, serta jaminan keamanan dari diskriminasi dan kekerasan.

“Suara perempuan harus diakui sebagai bagian penting dalam menentukan arah kebijakan,” ujar salah satu penyelenggara.

Berbagai hambatan pun diungkap dalam forum ini. Mulai dari penerapan kuota 30 persen yang dinilai masih administratif, budaya patriarki yang mengakar, hingga maraknya kekerasan berbasis gender di ruang digital.

“Banyak perempuan akhirnya memilih diam karena tekanan sosial dan ancaman di ruang publik,” ungkap narasumber.

Selain itu, keterbatasan sumber daya hingga beban ganda domestik juga menjadi kendala serius.

“Partisipasi perempuan sering hanya dijadikan simbol tanpa kekuatan nyata. Ini yang harus diubah,” tegas peserta diskusi.

Isu interseksionalitas juga disorot, terutama bagi perempuan dari kelompok marginal yang menghadapi hambatan berlapis.

Kepala Bidang Poldagri dan Ormas Bakesbangpol Kota Yogyakarta, Polana Setiya Hati, berharap kegiatan ini melahirkan kader perempuan yang kuat dan berani tampil di ruang publik.

“Pendidikan politik ini adalah langkah strategis agar perempuan tidak hanya didengar, tetapi menjadi penentu kebijakan,” ujarnya. (waw)

Berita Terkait

Tinjau DIY, Menko AHY Fokus Sekolah Rakyat dan Green Corridor
Kalurahan Condongcatur Lakukan Terobosan, Ketua hingga Bendahara RT/RW Dikukuhkan Bersamaan
UMY Kembangkan Model Pembelajaran Inklusif bagi Siswa Berkebutuhan Khusus
UU PPRT Perlu Pengawasan dan Penegakan Hukum yang Konsisten
Green Investing Jadi Sorotan dalam Kuliah Dosen UMY di Australia
Yoyock Suryo: Seni Rupa Kulon Progo Butuh “Generator” Penggerak
Workshop Seni Rupa Jadi Langkah Strategis Kembangkan Perupa Kulon Progo
Seorang Pengusaha Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos Yogyakarta

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 15:12 WIB

Tinjau DIY, Menko AHY Fokus Sekolah Rakyat dan Green Corridor

Jumat, 24 April 2026 - 14:38 WIB

UMY Kembangkan Model Pembelajaran Inklusif bagi Siswa Berkebutuhan Khusus

Jumat, 24 April 2026 - 13:37 WIB

UU PPRT Perlu Pengawasan dan Penegakan Hukum yang Konsisten

Jumat, 24 April 2026 - 13:19 WIB

Green Investing Jadi Sorotan dalam Kuliah Dosen UMY di Australia

Jumat, 24 April 2026 - 12:34 WIB

Yoyock Suryo: Seni Rupa Kulon Progo Butuh “Generator” Penggerak

Berita Terbaru

Yogyakarta

Tinjau DIY, Menko AHY Fokus Sekolah Rakyat dan Green Corridor

Jumat, 24 Apr 2026 - 15:12 WIB