Pasca Libur Panjang, Jalan Santai Tak Cukup Kembalikan Kebugaran

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Masa libur panjang kerap menyisakan dua persoalan klasik: berat badan naik dan stamina menurun. Pola makan yang kurang terkontrol serta minimnya aktivitas fisik membuat tubuh kehilangan kebugaran. Meski jalan kaki santai sering dipilih sebagai langkah awal berolahraga, para ahli menilai cara ini belum memadai untuk memulihkan kondisi fisik secara optimal.

Jalan kaki termasuk olahraga low-impact dengan tekanan rendah pada sendi dan jantung. Aktivitas ini bermanfaat melancarkan sirkulasi darah dan membantu tubuh kembali beradaptasi dengan gerak setelah periode kurang aktif. Namun, untuk membakar lemak akibat asupan kalori berlebih selama liburan, jalan santai dinilai belum memberi rangsangan yang cukup kuat.

Tubuh membutuhkan peningkatan intensitas agar sistem pembakaran energi bekerja lebih efektif. Tanpa tantangan tambahan, proses pemulihan kebugaran cenderung berjalan lebih lambat.

Salah satu cara yang disarankan adalah meningkatkan intensitas menjadi jalan cepat atau power walking. Aktivitas ini mampu menaikkan denyut jantung ke zona pembakaran lemak, yakni rentang detak jantung yang optimal untuk mengurangi simpanan energi berlebih. Dengan intensitas yang lebih tinggi, energi yang terbakar meningkat sekaligus memperbaiki daya tahan jantung dan paru-paru secara bertahap.

Para ahli juga menganjurkan agar jalan cepat dikombinasikan dengan latihan beban tubuh, seperti squat dan push-up. Latihan ini memanfaatkan berat tubuh sendiri untuk membantu memulihkan massa otot yang menurun selama masa liburan. Kombinasi keduanya dinilai efektif menjaga keseimbangan antara pembakaran lemak dan penguatan otot.

Dalam dunia kebugaran, peningkatan kapasitas jantung dan paru-paru atau VO₂ max hanya dapat dicapai melalui latihan dengan intensitas yang meningkat secara bertahap. Jalan santai berperan sebagai pemanasan awal, tetapi konsistensi dan progres latihan menjadi kunci utama pemulihan kebugaran.

Pakar kesehatan mengingatkan, olahraga berat secara mendadak, seperti langsung berlari jarak jauh, berisiko menimbulkan cedera. Pendekatan bertahap dengan pengaturan durasi, intensitas, dan frekuensi latihan justru lebih aman serta memberikan hasil yang berkelanjutan. (ihd)

Berita Terkait

Atasi Testosteron Rendah Sebelum Ganggu Gairah dan Turunkan Produktivitas Kerja 
Ketika NPD Teriak NPD
Teh Hijau Tanpa Gula Berpotensi Turunkan Kolesterol, Tetap Perlu Gaya Hidup Sehat
Kebiasaan Makan Gorengan Saat Berbuka Picu Risiko Hati hingga Jantung
Tidur Larut Malam Dinilai Menghambat Penurunan Berat Badan
Pramono Memulai Satu Tahun Lalu, Ajak Warga Jakarta Beralih Total ke Angkutan Umum
Menbud Dorong Benteng Gunung Kunci-Palasari Jadi Cagar Budaya Nasional
Membunyikan Leher Memang Enak, Tapi Berisiko Cedera hingga Stroke

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:29 WIB

Atasi Testosteron Rendah Sebelum Ganggu Gairah dan Turunkan Produktivitas Kerja 

Senin, 20 Juli 2026 - 16:15 WIB

Ketika NPD Teriak NPD

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:11 WIB

Teh Hijau Tanpa Gula Berpotensi Turunkan Kolesterol, Tetap Perlu Gaya Hidup Sehat

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:56 WIB

Kebiasaan Makan Gorengan Saat Berbuka Picu Risiko Hati hingga Jantung

Senin, 16 Februari 2026 - 18:21 WIB

Tidur Larut Malam Dinilai Menghambat Penurunan Berat Badan

Berita Terbaru