KPK Tangkap Basah Bupati Lampung Tengah, OTT Kedelapan Sepanjang 2025

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya (Istimewa)

Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya (Istimewa)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan mengamankan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, dalam penindakan yang berlangsung Rabu (10/12/2025) malam.

Informasi penangkapan tersebut dibenarkan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi Antara dari Jakarta.

“Benar, Bupati Lampung Tengah diamankan,” ujar Fitroh singkat. Hingga Rabu malam, KPK belum memaparkan detail penangkapan, termasuk lokasi operasi, barang bukti, maupun dugaan konstruksi perkara. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo juga belum memberikan penjelasan lanjutan soal status kepala daerah tersebut.

Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Ardito, apakah akan dinaikkan menjadi tersangka, diperpanjang pemeriksaannya, atau dilepas.

Penindakan terhadap Ardito sekaligus menambah daftar OTT KPK sepanjang 2025. Ini merupakan operasi kedelapan dalam tahun berjalan.

KPK membuka rangkaian OTT 2025 pada Maret dengan menjaring anggota DPRD dan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Pada Juni, lembaga antikorupsi kembali bergerak dalam penyelidikan dugaan suap proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Sumatera Utara dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut.

Kemudian pada 7–8 Agustus, OTT dilakukan serentak di Jakarta, Kendari, dan Makassar terkait pengadaan pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Disusul 13 Agustus di Jakarta untuk perkara suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan.

Lalu 20 Agustus, KPK menangani dugaan pemerasan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang menyeret Wakil Menteri saat itu, Immanuel Ebenezer Gerungan.

Memasuki November, dua kepala daerah turut diamankan. Gubernur Riau Abdul Wahid ditangkap pada 3 November terkait dugaan pemerasan anggaran pemerintah provinsi.

Empat hari berselang, pada 7 November, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko juga ditangkap dalam kasus dugaan jual beli jabatan, proyek RSUD dr Harjono Ponorogo, dan gratifikasi lainnya.

Penangkapan Bupati Lampung Tengah menjadi babak terbaru dalam deretan operasi senyap KPK di tahun ini.

Lembaga antirasuah diharapkan segera memaparkan konstruksi perkara agar publik dapat melihat lebih terang dugaan tindak pidana korupsi yang tengah ditangani. (ihd)

Berita Terkait

Polisi Selidiki Kecelakaan Moge di Temon, Penumpang Tewas
Kasus Ekspor CPO Berlanjut, Kejagung Geledah Puluhan Lokasi di Riau dan Medan
Tabrakan Dua Motor di Depan MTs Lambangsari, Satu Remaja Luka Serius
Ditembak Karena Melawan, Koko Erwin Terkulai Digotong ke Bareskrim
Pakar Hukum Minta Publik Disiplin Baca Naskah Kerja Sama RI–AS
Lagu Religi Menggema Selama Ramadhan, Kemenkum Ingatkan Pembayaran Royalti
Polda Maluku Pecat Oknum Brimob Tersangka Penganiayaan Siswa di Tual
Polda Jabar Dampingi Dedi Mulyadi Jemput 12 Warga Korban TPPO di Sikka

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 20:47 WIB

Polisi Selidiki Kecelakaan Moge di Temon, Penumpang Tewas

Senin, 2 Maret 2026 - 17:40 WIB

Kasus Ekspor CPO Berlanjut, Kejagung Geledah Puluhan Lokasi di Riau dan Medan

Senin, 2 Maret 2026 - 05:16 WIB

Tabrakan Dua Motor di Depan MTs Lambangsari, Satu Remaja Luka Serius

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:32 WIB

Ditembak Karena Melawan, Koko Erwin Terkulai Digotong ke Bareskrim

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:58 WIB

Pakar Hukum Minta Publik Disiplin Baca Naskah Kerja Sama RI–AS

Berita Terbaru