Korban TPPO Peringatkan Masyarakat: Jangan Mudah Percaya Tawaran Kerja ke Luar Negeri

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JENDELANUSANTARA.COM, Kulonprogo – Pemuda asal Sindutan, Temon, Kulon Progo, Herlambang (23), menceritakan bagaimana ia terjerat kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah tergiur janji gaji tinggi.

‎“Saya bayar Rp 25 juta ke LPK di Surabaya, syaratnya mudah dan dijanjikan kerja aman,” ujarnya.

‎Ia mendaftar pada akhir Agustus 2024 untuk bekerja sebagai penjaga toko di Thailand.

‎Namun, pada 3 September 2024, Herlambang justru dikirim ke Kamboja dan dipaksa menjadi scammer.

‎“Saya dipaksa kerja tanpa henti, kalau tidak mengikuti aturan, saya dipukul,” katanya menggambarkan kekerasan fisik yang dialaminya selama hampir setahun.

‎Ia akhirnya melarikan diri bersama 10 rekannya sesama WNI karena tak tahan dengan kondisi tersebut.

‎Berkat laporan keluarga serta respons cepat Pemerintah Kalurahan Sindutan dan Pemkab Kulon Progo, proses pemulangannya berjalan cepat.

‎“Kami langsung berkoordinasi untuk mengurus exit permit-nya,” kata salah satu pejabat kalurahan.

‎Herlambang pun memperoleh izin keluar pada 5 November 2025, sementara rekan-rekannya yang kabur juga berhasil diselamatkan.

‎Herlambang kini berpesan agar masyarakat tidak mudah tergiur iming-iming kerja luar negeri tanpa lembaga yang jelas.

‎“Jangan percaya kalau terlalu mudah. Cek dulu semuanya,” tegasnya.

‎Setelah pengalaman pahit tersebut, ia memilih pulang kampung dan beristirahat sebelum kembali bekerja di daerah kelahirannya.

(waw)

Berita Terkait

Demi Generasi Berkualitas, Forum Anak Depok Gencarkan Edukasi Tunda Nikah
Tim SAR Sisir Sejumlah Goa dan Luweng dalam Pencarian Mbah Bajiyo
FJD Dinilai Berperan Besar Jaga Keamanan DIY, Hasto Beri Apresiasi
Program Kebersihan Mingguan Dimulai, Hasto Minta Pedagang Pasar Ngasem Berpartisipasi
Ekonomi DIY Tumbuh, Tetapi Belum Menyentuh Semua Lapisan Masyarakat, Kata CCRiset UWM
Violet Indigo Tampil Memukau, Hari Musik Sedunia di ARTJOG Penuh Antusiasme
Balita Korban Kasus Daycare di Yogyakarta Alami Stunting, Orang Tua Soroti Dugaan Kurang Asupan Gizi
Pimpin Muaythai Kota Yogyakarta 2026-2030, Eka Saputra Prioritaskan Pembinaan Atlet Lokal

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:03 WIB

Tim SAR Sisir Sejumlah Goa dan Luweng dalam Pencarian Mbah Bajiyo

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:54 WIB

FJD Dinilai Berperan Besar Jaga Keamanan DIY, Hasto Beri Apresiasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:46 WIB

Program Kebersihan Mingguan Dimulai, Hasto Minta Pedagang Pasar Ngasem Berpartisipasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:41 WIB

Ekonomi DIY Tumbuh, Tetapi Belum Menyentuh Semua Lapisan Masyarakat, Kata CCRiset UWM

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:33 WIB

Violet Indigo Tampil Memukau, Hari Musik Sedunia di ARTJOG Penuh Antusiasme

Berita Terbaru