Pimpin Muaythai Kota Yogyakarta 2026-2030, Eka Saputra Prioritaskan Pembinaan Atlet Lokal

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, BANTUL – Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) Pengurus Kota Muaythai Indonesia (MI) Kota Yogyakarta menetapkan Eka Saputra sebagai Ketua Umum periode 2026-2030.

Eka terpilih secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya calon yang maju dalam forum yang digelar di Villa Sawah Tamanan, Banguntapan, Bantul, Selasa (23/6/2026) malam.

Muskotlub tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta menyusun arah pembinaan Muaythai Kota Yogyakarta ke depan.

Sidang pleno dipimpin Darmawan sebagai ketua sidang, Michael Aditya Kristiawan sebagai sekretaris, dan Deni Ismanto sebagai anggota.

Usai ditetapkan sebagai ketua umum definitif, Eka Saputra mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan peserta Muskotlub.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Muaythai Indonesia Kota Yogyakarta.

“Saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ini menjadi tanggung jawab besar untuk memajukan Muaythai Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Eka menegaskan fokus utama kepengurusannya adalah membenahi sistem pembinaan atlet dari level bawah.

“Intinya kita harus rapikan di bawah dulu. Seluruh atlet-atlet yang basic-nya ke Muaythai, kita fokuskan ke Muaythai. Karena bela diri itu tidak bisa dicampur aduk, harus fokus. Target kita untuk Porda 2027, Kota Yogyakarta kalau bisa juara,” tegasnya.

Menurut Eka, tantangan terbesar saat ini adalah minimnya atlet asli Kota Yogyakarta yang memiliki KTP Kota Yogyakarta.

“Rata-rata atlet Bantul latihan di camp kota. Justru yang asli Kota Yogyakarta sendiri masih kekurangan atlet. Ini yang harus kita mulai dari bawah semua,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pengurus baru akan melakukan penjaringan atlet secara lebih masif melalui sekolah-sekolah.

“Saya penginnya yang betul-betul atlet kota itu yang benar-benar ber-KTP kota. Mulai sekarang kita akan masuk ke sekolah-sekolah. Itu penting untuk penjaringan atlet ke depan,” imbuh Eka.

Sementara itu, Wakil Ketua III Pengurus Daerah Muaythai Indonesia DIY Edward Bot menyebut Muskotlub Kota Yogyakarta menjadi forum ketiga yang digelar di DIY setelah Gunungkidul dan Bantul.

Di sisi lain, Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Susanti Dwi Antoro berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin profesional.

“Semoga melalui Muskotlub ini dapat terpilih kepengurusan yang amanah, solid, dan visioner dalam membawa prestasi Muaythai Kota Yogyakarta semakin maju, berkembang, serta mampu mencetak atlet-atlet berprestasi hingga tingkat internasional,” ujarnya. (waw)

Berita Terkait

Kejari Yogyakarta Targetkan Pelimpahan Cepat Kasus Dugaan Kekerasan dan Penelantaran Anak
Piala Dunia Perkuat Identitas Kolektif dan Rasa Kebersamaan Masyarakat
UKM Taekwondo UMY Harumkan Nama Kampus di Ajang Internasional GTIC II 2026
Sulit Menabung Bukan Karena Gaji Kecil, tetapi Pola Kelola Keuangan
STAK Yogyakarta Resmi Bubarkan FJD dan Bentuk Divisi Baru
Pria di Yogyakarta Tewas Terjatuh dari Pohon Nangka Saat Cari Pakan Ternak
Depok Ajak Masyarakat Berperan Aktif dalam Evaluasi Pelayanan Publik
Potensi Rp300 Miliar Terbuka, Gen Z Didorong Aktif dalam Wakaf Produktif

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:41 WIB

Pimpin Muaythai Kota Yogyakarta 2026-2030, Eka Saputra Prioritaskan Pembinaan Atlet Lokal

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:17 WIB

Kejari Yogyakarta Targetkan Pelimpahan Cepat Kasus Dugaan Kekerasan dan Penelantaran Anak

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:47 WIB

UKM Taekwondo UMY Harumkan Nama Kampus di Ajang Internasional GTIC II 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Sulit Menabung Bukan Karena Gaji Kecil, tetapi Pola Kelola Keuangan

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:18 WIB

STAK Yogyakarta Resmi Bubarkan FJD dan Bentuk Divisi Baru

Berita Terbaru