Kepala BPJPH Terima Penghargaan Akademik Bergengsi dari Korea Selatan

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Kontribusi nyata dalam pengembangan ekosistem halal nasional hingga global dan kemajuan pendidikan mengantarkan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan, meraih penghargaan internasional berupa gelar Profesor Emeritus ( Gelar Kehormatan) dari Silla University, Busan, Korea Selatan.

Penganugerahan gelar tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kiprah Ahmad Haikal Hasan dalam memperkuat ekosistem halal melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi internasional. Ahmad Haikal Hasan juga dinilai telah mendorong pengembangan pendidikan yang mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul di bidang halal.

Penghargaan dari Silla University ini menjadi bukti bahwa pengembangan ekosistem halal yang dijalankan Indonesia semakin mendapat pengakuan dari dunia internasional. Peran aktif BPJPH dalam membangun kerja sama lintas negara, memperluas pemahaman mengenai jaminan produk halal, serta mendorong harmonisasi standar halal global dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan industri halal dunia.

“Jadi, halal is for all. Halal itu untuk semua. Halal is rahmatan lil alamin. Halal itu Rahmat bagi semua umat manusia,” kata Haikal dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2026).

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Silla University juga menjalin kerja sama dengan BIC Halal Korea untuk memperkuat pendidikan dan sertifikasi halal bertaraf internasional. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas peluang pengembangan riset, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor halal.

Pengukuhan sebagai Guru Besar menjadi simbol semakin kuatnya posisi Indonesia dalam peta industri halal global. Pengakuan dari institusi akademik internasional tersebut menunjukkan bahwa kontribusi Indonesia tidak hanya berfokus pada aspek regulasi dan sertifikasi, tetapi juga mencakup pengembangan pendidikan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Standar halal modern kini bertumpu pada tiga pilar utama, Traceability (Ketertelusuran), Transparency (Transparansi), dan Trustability (Keterpercayaan). Ketiga prinsip ini memastikan kehalalan produk terjamin secara utuh dari hulu hingga hilir,” tutupnya.(edy)

Berita Terkait

Frans Ansanay Sebut Polemik Jokowi dan Dasco Perlu Disikapi Secara Objektif
Delegasi Indonesia Pulang dari ILC 114, Bawa Hasil Bersejarah Konvensi ILO 193
Merespons Aksi Mahasiswa, Neng Ais PPP: Pendekatan Humanis dan Ketegasan Hukum Presiden Prabowo, Jadi Teladan Utama
Respons Perubahan Global, Firdaus Intruksikan Anggota SMSI Jadi Pemandu Informasi yang Sehat
Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027 Digelar di Makassar, Indonesia Resmi Kantongi Izin ISTAF
Penghargaan Nasional untuk Tri Adhianto, Kepemimpinan Ekonomi Bekasi Tuai Pengakuan
Wagub Cik Ujang Bersama Ketua BKOW Perkuat Budaya Integritas di Lingkungan Pemerintahan
POLISI, Masa Depan dan Di Depan Massa

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:30 WIB

Kepala BPJPH Terima Penghargaan Akademik Bergengsi dari Korea Selatan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:56 WIB

Frans Ansanay Sebut Polemik Jokowi dan Dasco Perlu Disikapi Secara Objektif

Senin, 15 Juni 2026 - 22:02 WIB

Delegasi Indonesia Pulang dari ILC 114, Bawa Hasil Bersejarah Konvensi ILO 193

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:19 WIB

Merespons Aksi Mahasiswa, Neng Ais PPP: Pendekatan Humanis dan Ketegasan Hukum Presiden Prabowo, Jadi Teladan Utama

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:57 WIB

Respons Perubahan Global, Firdaus Intruksikan Anggota SMSI Jadi Pemandu Informasi yang Sehat

Berita Terbaru