Mahasiswa Diminta Jadi Agen Perubahan Berdaya Saing Global, Ini Pesan Wamendagri Bima Arya

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Pandeglang – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak mahasiswa membangun mental aktivis, menguasai kompetensi global, dan memperkuat semangat nasionalisme sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di era yang penuh disrupsi dan ketidakpastian. Menurutnya, generasi muda perlu terus belajar, memperluas wawasan, serta mampu membaca perubahan zaman secara cermat.

Pesan tersebut disampaikan Bima saat menjadi narasumber Seminar Nasional bertema “Geopolitik Global dan Tantangan Generasi Muda Indonesia” dalam rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Pandeglang, Banten, Senin (15/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Bima mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan KAMMI sebagai ruang dialog yang penting bagi pengembangan kapasitas generasi muda. Menurutnya, forum diskusi mahasiswa merupakan investasi untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan yang berkarakter tangguh, memiliki daya juang tinggi, serta mampu beradaptasi dengan perubahan.

“Kalau istilah saya, kalian harus punya mental aktivis, keahlian global, dan hati nasionalis,” kata Bima.

Lebih lanjut, dengan merujuk pada pemikiran sosiolog Anthony Giddens, Bima menjelaskan konsep generasi kosmopolitan, yakni generasi yang mampu memadukan identitas lokal, nasional, dan global secara seimbang. Karakter tersebut dinilai penting agar generasi muda dapat berkiprah di tingkat dunia tanpa kehilangan akar kebangsaan dan kearifan lokal.

“Di era global bisa cas, cis, cus punya networking. Di konteks nasional juga kokoh jiwa kebangsaannya. Tetapi punya akar lokal yang juga sangat kuat,” ucapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Bima mengingatkan mahasiswa agar memahami berbagai perubahan yang terjadi, baik di tingkat nasional maupun global, sebagai bekal menghadapi era disrupsi dan ketidakpastian. Untuk memperkaya perspektif, ia merekomendasikan buku The Great Wave: The Era of Radical Disruption and the Rise of the Outsider karya Michiko Kakutani yang menggambarkan dunia yang semakin diwarnai disrupsi radikal dan berbagai kejutan yang sulit diprediksi.

Menurutnya, salah satu fenomena yang menarik untuk dicermati adalah munculnya figur-figur di luar arus utama yang mampu mengubah lanskap politik, sosial, maupun ekonomi. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali lahir dari kondisi yang tidak terduga.

“Ini realitanya the rise of outsider. Pertanyaannya bukan siapa mengambil apa, jatah siapa, diambil siapa, bukan. Tapi lebih dalam dari itu, adalah mengapa ini terjadi? Apakah ada kejenuhan kepada mainstream? Apakah kemudian juga pemain-pemain lama ini kurang siaga? Itu menarik untuk menjadi bahan kontemplasi,” ungkapnya.

Menurut Bima, dunia saat ini tengah memasuki era ketidakpastian yang menuntut para pemimpin masa depan memahami keterkaitan antara dinamika global dan persoalan domestik. Karena itu, kemampuan beradaptasi, berpikir terbuka, serta memahami keberagaman menjadi modal penting dalam kepemimpinan.

Ia menegaskan bahwa pemimpin yang baik adalah sosok yang ditempa oleh perbedaan dan terbiasa berinteraksi dengan beragam pandangan, latar belakang, maupun keyakinan.

“Biasa berbeda, enggak harus selalu homogen dan sama. Tapi sangat terbiasa dengan perbedaan pikiran, pendapat, ideologi, keyakinan, dan semuanya,” tandasnya.

Seminar nasional tersebut turut dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah beserta jajaran pengurus dan kader KAMMI.

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Tito Karnavian: Rekrutmen IPDN yang Bersih Jadi Fondasi Lahirnya ASN Berkualitas
Lulusan IPDN Diminta Jadi Motor Perubahan ASN, Ini Pesan Mendagri Tito
Implementasi Posyandu 6 SPM di Kepri Didukung Yane Ardian dan Bima Arya
Mendagri Tito: Keberagaman Latar Belakang Jadi Kekuatan 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN
Mendagri Tito Karnavian Ajak Sektor Swasta Berkontribusi Maksimalkan Program Perumahan Rakyat
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Terus Dikawal Satgas
Prasetya Perwira TNI-Polri 2026 Berlangsung Khidmat, Mendagri Tito Hadiri Upacara Kenegaraan
Transformasi BMTH: Dari Dermaga Marina Menjadi Motor Ekonomi Berkelanjutan Bali

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:05 WIB

Tito Karnavian: Rekrutmen IPDN yang Bersih Jadi Fondasi Lahirnya ASN Berkualitas

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:58 WIB

Lulusan IPDN Diminta Jadi Motor Perubahan ASN, Ini Pesan Mendagri Tito

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:51 WIB

Implementasi Posyandu 6 SPM di Kepri Didukung Yane Ardian dan Bima Arya

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:37 WIB

Mendagri Tito Karnavian Ajak Sektor Swasta Berkontribusi Maksimalkan Program Perumahan Rakyat

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Terus Dikawal Satgas

Berita Terbaru