Di Hadapan Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN Bahas Strategi Pertanahan untuk Asta Cita

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menjadi pembicara dalam kegiatan Akademi Politik yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (13/06/2026). Sejalan dengan tema “Asta Cita sebagai Kompas Peradaban: Meneguhkan Kepemimpinan Bangsa yang Tangguh, Berdaulat, dan Berkemajuan”, dalam paparannya, Wamen Ossy mengatakan bahwa sektor pertanahan memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Seperti halnya poin mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada tanah, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru. Semua program tersebut membutuhkan lahan dan tanah. Di situlah peran Kementerian ATR/BPN akan mendorong program Asta Cita terlaksana,” ujar Wamen Ossy.

Kondisi sumber daya agraria di Indonesia saat ini terbagi sekitar 77% merupakan wilayah laut, sementara 23% berupa daratan atau sekitar 189 juta hektare. Wamen Ossy menjelaskan, dari total daratan yang ada, sekitar 118,1 juta hektare atau 62,5% merupakan kawasan hutan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan.

“Sementara itu, areal penggunaan lain (APL) seluas 70,1 juta hektare menjadi bagian dari kewenangan Kementerian ATR/BPN. Hingga saat ini sekitar 79,5% area yang menjadi kewenangan ATR/BPN telah terpetakan,” jelas Wamen Ossy.

Saat ini, Kementerian ATR/BPN tengah menyelesaikan pemetaan 20,5% bidang tanah yang tersisa, terutama pada wilayah yang berada di kawasan perbatasan dan berbatasan dengan kawasan hutan. Diharapkan, saat seluruh bidang tanah pada APL telah terpetakan 100%, pemerintah memiliki basis data pertanahan yang semakin lengkap dan terintegrasi.

Di hadapan mahasiswa UMJ peserta kegiatan Akademi Politik, Wamen Ossy menerangkan gambaran setelah tahap pemetaan, yaitu integrasi data. Pemetaan menjadi fondasi untuk mendukung integrasi data lewat Kebijakan Satu Peta, yang menjadi salah satu fokus pemerintah. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi potensi tumpang tindih pemanfaatan ruang yang kerap memicu sengketa dan konflik agraria.

“Beberapa permasalahan yang terjadi saat ini merupakan akibat belum adanya kesatuan database yang kita miliki, baik di kawasan hutan dan kawasan APL. Karena itu, kami terus mendorong pemanfaatan teknologi agar seluruh lembaga menggunakan satu basis data yang sama sehingga tumpang tindih dan konflik dapat ditekan semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Sumber : KementerianATRBPN

Berita Terkait

Tito Karnavian: Rekrutmen IPDN yang Bersih Jadi Fondasi Lahirnya ASN Berkualitas
Lulusan IPDN Diminta Jadi Motor Perubahan ASN, Ini Pesan Mendagri Tito
Implementasi Posyandu 6 SPM di Kepri Didukung Yane Ardian dan Bima Arya
Mendagri Tito: Keberagaman Latar Belakang Jadi Kekuatan 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN
Mendagri Tito Karnavian Ajak Sektor Swasta Berkontribusi Maksimalkan Program Perumahan Rakyat
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Terus Dikawal Satgas
Prasetya Perwira TNI-Polri 2026 Berlangsung Khidmat, Mendagri Tito Hadiri Upacara Kenegaraan
Transformasi BMTH: Dari Dermaga Marina Menjadi Motor Ekonomi Berkelanjutan Bali

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:05 WIB

Tito Karnavian: Rekrutmen IPDN yang Bersih Jadi Fondasi Lahirnya ASN Berkualitas

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:58 WIB

Lulusan IPDN Diminta Jadi Motor Perubahan ASN, Ini Pesan Mendagri Tito

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:51 WIB

Implementasi Posyandu 6 SPM di Kepri Didukung Yane Ardian dan Bima Arya

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:37 WIB

Mendagri Tito Karnavian Ajak Sektor Swasta Berkontribusi Maksimalkan Program Perumahan Rakyat

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Terus Dikawal Satgas

Berita Terbaru