Kemendagri Gelar Rapat Percepatan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi Papua

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) di tiga provinsi di wilayah Papua, yaitu Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan, untuk segera mengambil langkah konkret menekan laju inflasi. Pasalnya, berdasarkan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year-on-year/YoY) Juli 2025 di ketiga provinsi tersebut melebihi realisasi inflasi nasional sebesar 2,37 persen.

“Kenapa tiga provinsi ini, karena ada beberapa yang perlu kita dorong, masalah-masalah yang perlu diselesaikan,” katanya saat memimpin Rapat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi pada Provinsi Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Berdasarkan data BPS pada Juli 2025, inflasi di Papua Selatan tercatat sebesar 5,45 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,63. Adapun Papua Pegunungan mengalami inflasi sebesar 4,15 persen dengan IHK 115,40, sementara Papua Tengah sebesar 2,89 persen dengan IHK 113,37. “Angka yang ideal adalah 1,5 sampai 3,5 persen. Kalau di atas 3,5 itu berarti warning,” imbuhnya.

Dari sisi geografis dan demografis, Papua Tengah memiliki 8 kabupaten dengan jumlah penduduk sekitar 1,49 juta jiwa, Papua Pegunungan 8 kabupaten dengan 1,48 juta jiwa, dan Papua Selatan 4 kabupaten dengan 549 ribu jiwa. Mendagri menekankan, setiap daerah memiliki potensi masing-masing untuk dikembangkan guna mengendalikan inflasi.

Selain itu, Mendagri mendorong ketiga Pemda tersebut agar memperbaiki distribusi barang dan menggencarkan diversifikasi pangan, khususnya dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. Ia juga meminta kepala daerah baik di Papua Pegunungan, Papua Tengah, maupun Papua Selatan untuk menggencarkan gerakan ini.

“Kalau bisa didorong [gerakan] pangan diversifikasi pangan itu menggunakan pangan lokal. Di antaranya talas, ubi jalar, keladi. Semua makanan [itu] sehat sebetulnya. Jauh lebih sehat daripada beras, beras gulanya tinggi ini,” tandasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Agustina Arumsari, Direktur Jenderal (Dirjen) Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Askolani, Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, dan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Pegunungan Wasuok Demianus Siep.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Bima Arya: Program Pemerintah Harus Terasa Manfaatnya oleh Masyarakat
“Ciptakan Gula agar Orang Datang Sendiri”, Pesan Mentrans untuk Pengembangan Kawasan
Kemendagri Gandeng Akademisi dan Media untuk Mengawal Objektivitas IPKD 2025
Mendagri Tito Karnavian: Program Bedah Rumah Wujud Nyata Kepedulian Pemerintah terhadap Rakyat
Bima Arya: Keberagaman Indonesia Harus Menjadi Kekuatan Ekonomi Daerah
Ideologi, Strategi, dan Taktik Jadi Bekal Utama Praja IPDN Papua
Diskon Tiket KA Libur Sekolah Diserbu, KAI Daop 2 Bandung Catat Okupansi 73,2 Persen
AHY Dorong Pemanfaatan Keilmuan Kampus untuk Menjawab Tantangan Bangsa

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:36 WIB

“Ciptakan Gula agar Orang Datang Sendiri”, Pesan Mentrans untuk Pengembangan Kawasan

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:08 WIB

Kemendagri Gandeng Akademisi dan Media untuk Mengawal Objektivitas IPKD 2025

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:52 WIB

Mendagri Tito Karnavian: Program Bedah Rumah Wujud Nyata Kepedulian Pemerintah terhadap Rakyat

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:50 WIB

Bima Arya: Keberagaman Indonesia Harus Menjadi Kekuatan Ekonomi Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:44 WIB

Ideologi, Strategi, dan Taktik Jadi Bekal Utama Praja IPDN Papua

Berita Terbaru