Kejagung Geledah Bea Cukai Terkait Korupsi Ekspor POME, Menkeu: Biarkan Proses Hukum

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya menjawab pertanyaan wartawan di komplek Kantor Kemenkeu Jakarta. (Antara Foto)

Menteri Keuangan Purbaya menjawab pertanyaan wartawan di komplek Kantor Kemenkeu Jakarta. (Antara Foto)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan sepenuhnya proses penggeledahan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kepada Kejaksaan Agung (Kejagung). Penggeledahan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi ekspor limbah pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME).

“Biar saja, itu kan orang lain yang periksa,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Menurut Purbaya, praktik yang dilakukan oleh pihak eksportir dalam kasus ini tergolong rumit dan membutuhkan pembuktian yang kuat. “Kelihatannya si eksportir cukup canggih. Tapi pasti itu akan debatable bukti ilmiahnya seperti apa. Saya nggak tahu, biar saja prosesnya berjalan,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah dirinya yang melaporkan kasus dugaan korupsi tersebut ke Kejagung, Purbaya hanya tersenyum tanpa memberi penjelasan.

Dalam kesempatan terpisah, Purbaya menilai langkah penyelidikan Kejagung merupakan bentuk implementasi kerja sama antarinstansi dalam memperkuat penegakan hukum di sektor keuangan negara.
“Pernah Kejagung bertanya, kalau ada yang salah di Bea Cukai, dilindungi nggak? Saya bilang, nggak. Kalau salah, ya salah saja. Ini mungkin salah satu implementasi kerja sama itu,” katanya.

Penggeledahan Terkait Ekspor POME

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan bahwa penggeledahan dilakukan oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada Rabu (22/10/2025).

“Terkait dengan penggeledahan di kantor Bea Cukai, memang benar ada beberapa langkah hukum yang dilakukan tim penyidik Jampidsus dalam rangka mencari informasi dan data,” ujar Anang di Jakarta, Jumat.

Anang menyebut kasus yang diselidiki adalah dugaan korupsi ekspor POME pada sekitar tahun 2022. Namun, ia belum menjelaskan detail perkara tersebut karena masih dalam tahap penyidikan.
“Karena sifatnya masih penyidikan, tidak bisa terlalu terbuka. Ini dilakukan dalam rangka menemukan alat bukti untuk proses penegakan hukum,” katanya.

Selain menggeledah kantor Bea Cukai, tim penyidik juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi lain. Namun, Kejagung belum mengungkapkan detail tempat tersebut. (ihd)

Berita Terkait

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO
Dakwaan Jaksa Ungkap Penganiayaan Brigadir Rizka hingga Tewaskan Suami
Dua Petinggi Dana Syariah Indonesia Ditahan, Kasus Penipuan Rp2,4 Triliun
KPK Ungkap Kesepakatan Jahat Aparatur Negara di Kasus Lahan PN Depok
KPK Minta Publik Tunggu Penyidikan Budi Karya Sumadi
MA Tolak Beri Bantuan Hukum Hakim PN Depok yang Jadi Tersangka Korupsi
OTT KPK di Depok, Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Diamankan 
KPK Lakukan Dua OTT, di Lingkungan Bea Cukai Jakarta dan di Banjarmasin

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:44 WIB

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:52 WIB

Dakwaan Jaksa Ungkap Penganiayaan Brigadir Rizka hingga Tewaskan Suami

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:18 WIB

Dua Petinggi Dana Syariah Indonesia Ditahan, Kasus Penipuan Rp2,4 Triliun

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:12 WIB

KPK Ungkap Kesepakatan Jahat Aparatur Negara di Kasus Lahan PN Depok

Senin, 9 Februari 2026 - 23:55 WIB

KPK Minta Publik Tunggu Penyidikan Budi Karya Sumadi

Berita Terbaru

Petugas pada Kejaksaan Agung menggiring tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya tahun 2022–2024 di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (KM)

HUKUM

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO

Selasa, 10 Feb 2026 - 23:44 WIB