Kasus Kematian Balita Usai CT Scan di RSUD Prambanan Masuk Penyelidikan Polda DIY

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, SLEMAN – Kasus meninggalnya Naura Dwi Meydita (3), balita asal Piyungan, Bantul, usai menjalani pemeriksaan CT Scan di RSUD Prambanan terus menyita perhatian publik.

Kini, kasus tersebut telah masuk tahap penyelidikan di Polda DIY setelah keluarga melaporkan dugaan adanya kelalaian medis dalam penanganan putri mereka.

“Kami ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi hingga anak kami meninggal dunia,” ungkap pihak keluarga.

Peristiwa bermula pada 27 April 2026 saat Naura datang bersama ibunya, Anastasia Niken Purwandari, ke RSUD Prambanan untuk pemeriksaan lanjutan terkait dugaan mikrosefali.

Menurut sang ibu, kondisi Naura saat tiba di rumah sakit dalam keadaan sehat, aktif, dan ceria.

“Naura masih bermain, makan, bercanda, dan tidak mengeluhkan sakit apa pun,” ujar Anastasia.

Setelah menjalani pemeriksaan di Poli Anak, dokter merekomendasikan CT Scan untuk mengetahui kondisi lebih lanjut.

Demi memperlancar proses pemeriksaan, tim medis memberikan sedasi melalui infus agar Naura tertidur selama tindakan berlangsung. Keluarga menyebut sedasi diberikan sebanyak tiga kali.

“Saat suntikan kedua, Naura sempat menangis dan meminta pulang karena ingin bertemu kakaknya,” kata Anastasia.

Menurut keluarga, kondisi Naura berubah drastis setelah keluar dari ruang CT Scan. Balita tersebut mengalami muntah, kehilangan kesadaran, beberapa kali kejang, serta muncul lebam di bagian bawah mata.

“Kami sangat khawatir melihat kondisinya yang tiba-tiba menurun,” ujar salah satu anggota keluarga.

Tim medis kemudian membawa Naura ke ICU dan memasang alat bantu pernapasan untuk penanganan intensif.

Namun, upaya perawatan tidak mampu menyelamatkan nyawa Naura. Pada 28 April 2026 sekitar pukul 02.20 WIB, Naura dinyatakan meninggal dunia.

Keluarga mengaku hingga kini masih mempertanyakan penyebab pasti kematian sang buah hati.

“Kami hanya menerima surat keterangan kematian tanpa penjelasan rinci mengenai penyebabnya,” ungkap kuasa hukum keluarga yang kemudian mendampingi pelaporan kasus ke Polda DIY.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan laporan tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

Di sisi lain, Direktur RSUD Prambanan drg. Ratih Susila menegaskan hasil audit internal menyatakan seluruh tindakan medis telah sesuai SOP, komite etik, dan komite medik.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban serta menegaskan akan melakukan evaluasi pelayanan kesehatan.

“Semua fakta harus diungkap secara transparan agar keluarga mendapatkan kejelasan dan peristiwa serupa tidak terulang,” tegas Harda.(Ady)

Berita Terkait

Anggota Intel Sempat Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY Sampaikan Fakta di Baliknya
Perkuat Barisan, PDIP Yogyakarta Matangkan Ideologi dan Konsolidasi Kader
Mahasiswa Kepung Titik Nol, Kritik Keras Kebijakan dan Maraknya Korupsi Nasional
Transformasi Berbuah Hasil, SD Muhammadiyah Komplek Kolombo Catat Kebangkitan Menjanjikan
Mahasiswa Yogyakarta Layangkan Gugatan Moral, Kinerja Prabowo-Gibran Jadi Sorotan
UWM Yogyakarta Torehkan Akreditasi Unggul, Siap Cetak SDM Adaptif di Era Digital
BRIN: Manusia Harus Tetap Jadi Pengendali Utama Kecerdasan Buatan
PENGENDARA SEPEDA MOTOR TERLIBAT KECELAKAAN DENGAN MOBIL DI JALAN PERINTIS KEMERDEKAAN YOGYAKARTA

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:52 WIB

Perkuat Barisan, PDIP Yogyakarta Matangkan Ideologi dan Konsolidasi Kader

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:45 WIB

Mahasiswa Kepung Titik Nol, Kritik Keras Kebijakan dan Maraknya Korupsi Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:34 WIB

Transformasi Berbuah Hasil, SD Muhammadiyah Komplek Kolombo Catat Kebangkitan Menjanjikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:28 WIB

Mahasiswa Yogyakarta Layangkan Gugatan Moral, Kinerja Prabowo-Gibran Jadi Sorotan

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:14 WIB

UWM Yogyakarta Torehkan Akreditasi Unggul, Siap Cetak SDM Adaptif di Era Digital

Berita Terbaru