Gol tunggal Luis Romo menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut. Bukan karena dominasi permainan, Meksiko justru memenangkan laga berkat ketenangan membaca kesalahan lawan.
Sejak awal, Meksiko memang diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat dari Grup A. Status tuan rumah memberi keuntungan tersendiri, meski mereka harus menghadapi Korea Selatan yang dikenal memiliki pengalaman panjang di turnamen besar.
Prediksi itu sempat mendapat ujian. Korea Selatan tampil lebih agresif dan menguasai jalannya pertandingan. Namun, sebuah momen kecil mengubah arah laga. Kiper Korea Selatan gagal mengamankan bola dengan sempurna, dan Romo memanfaatkannya untuk mencetak gol yang memastikan kemenangan Meksiko.
Bagi Korea Selatan, kekalahan itu menjadi gambaran klasik bahwa penguasaan bola tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir. Mereka mampu mengendalikan permainan, tetapi gagal mengubah peluang menjadi gol.
Kemenangan tersebut membuat Meksiko mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. Sebelumnya, mereka mengalahkan Afrika Selatan 2-0 pada laga pembuka. Dengan catatan tiga gol dan belum kebobolan, El Tri memastikan diri melaju ke fase gugur sekaligus mengunci status juara Grup A.
Bahkan jika kalah pada pertandingan terakhir melawan Ceko, posisi Meksiko tidak akan berubah. Regulasi Piala Dunia 2026 mengutamakan rekor pertemuan langsung antartim jika terjadi kesamaan poin, sehingga kemenangan atas Korea Selatan menjadi modal penentu.
Rekor Baru untuk El Tri
Kelolosan lebih cepat ini memiliki arti khusus bagi Meksiko. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, El Tri mampu mencatat tiga kemenangan beruntun.
Rangkaian itu dimulai dari pertandingan terakhir fase grup Piala Dunia 2022 ketika Meksiko mengalahkan Arab Saudi. Tren positif berlanjut saat mereka menaklukkan Afrika Selatan dan Korea Selatan pada edisi 2026.
Tidak hanya kemenangan, pertahanan Meksiko juga mencatatkan prestasi impresif. Mereka kini menjalani 13 babak pertama pertandingan Piala Dunia berturut-turut tanpa kebobolan. Terakhir kali gawang mereka jebol pada babak pertama terjadi ketika menghadapi Argentina pada Piala Dunia 2010.
Dalam sembilan keikutsertaan terakhir di Piala Dunia, Meksiko juga memperpanjang tradisi lolos dari fase grup sebanyak delapan kali. Satu-satunya kegagalan terjadi pada edisi 2022.
Korea Selatan Belum Menyerah
Meski kalah, peluang Korea Selatan belum tertutup. Taegeuk Warriors masih berada di posisi kedua Grup A dengan tiga poin berkat kemenangan atas Republik Ceko pada pertandingan pertama.
Tim asuhan Hong Myung-bo bahkan tetap menunjukkan karakter permainan yang kuat. Mereka menguasai 58 persen penguasaan bola saat menghadapi Meksiko, setelah sebelumnya mencatat 61 persen ketika melawan Ceko.
Catatan tersebut membuat Korea Selatan menyamai pencapaian mereka pada Piala Dunia 2002, ketika mampu menguasai bola minimal 55 persen dalam dua laga awal.
Namun, dominasi permainan belum cukup menghadapi Meksiko yang lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Dengan satu pertandingan tersisa, perebutan tiket tersisa dari Grup A masih terbuka. Korea Selatan berada dalam posisi paling menguntungkan, tetapi Ceko dan Afrika Selatan masih memiliki peluang untuk mengubah keadaan.
Klasemen Sementara Grup A
- Meksiko — 6 poin (+3)
- Korea Selatan — 3 poin (0)
- Republik Ceko — 1 poin (-1)
- Afrika Selatan — 1 poin (-2)
Tim yang Lolos ke 32 Besar:
Meksiko
(ihd)
(rih)














