Israel Membelah Tepi Barat, Netanyahu Ngeyel: Tak Akan Ada Palestina

Jumat, 12 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Invasi besar-besaran Israel di Tepi Barat. (DW News)

Invasi besar-besaran Israel di Tepi Barat. (DW News)

JENDELANUSANTARA.COM, Tel Aviv — Tepi Barat terancam terbelah dua setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujui pembangunan ribuan unit hunian baru di kawasan Mevaseret Adumim (E1). Kawasan itu akan menghubungkan permukiman Maale Adumim dengan Yerusalem Timur, langkah yang dinilai memperkuat kontrol Israel di wilayah pendudukan.

Padahal, Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2334 tahun 2016 menegaskan agar Israel menghentikan pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat. Namun, Israel menolak mematuhi ketentuan tersebut.

“Dalam lima tahun, Maale Adumim akan berlipat ganda. Sekitar 70.000 orang akan tinggal di sini. Tidak akan ada negara Palestina, tempat ini milik kami,” kata Netanyahu dalam penandatanganan perjanjian pembangunan di Maale Adumim, Kamis (11/9/2025)., dilansir dari Oana-Sputnik.

Sejumlah pejabat Israel sebelumnya juga menegaskan sikap serupa. Pada 8 Agustus lalu, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich menyatakan otoritas Israel “berupaya menghapus negara Palestina.” Enam hari kemudian, ia menyetujui rencana pembangunan di kawasan E1 untuk memisahkan Yerusalem Timur dari Tepi Barat.

Komite Administrasi Sipil Israel, yang mengatur kawasan Yudea dan Samaria—istilah Israel untuk Tepi Barat—telah menyetujui pembangunan 3.400 unit rumah baru di Mevaseret Adumim.

Langkah tersebut menuai kecaman dari komunitas internasional karena dinilai akan semakin mengikis prospek solusi dua negara di kawasan yang telah lama dilanda konflik. (ihd)

Berita Terkait

Israel Ingin Buru-buru Serang Iran, Donald Trump: Belum Diperlukan
Trump Klaim Armada AS Bergerak ke Iran, Harapkan Teheran Mau Berunding
Arab Saudi Tak Sudi Wilayahnya Digunakan Amerika Serikat untuk Menyerang Iran
Israel Tak Izinkan Jurnalis Asing Masuk Gaza, Meski Rafah Sudah Dibuka
China Enggan Berkomentar soal Dewan Perdamaian Gaza Inisiatif AS
Trump Tarik Undangan Dewan Gaza ke Kanada, Ottawa-Washington Tegang
Khawatir Inisiatif AS Geser PBB, Uni Eropa Tolak Gabung Dewan Gaza
Macron Tolak Dewan Gaza, Trump Ancam Tarif Tinggi Produk Prancis

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 23:44 WIB

Israel Ingin Buru-buru Serang Iran, Donald Trump: Belum Diperlukan

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:30 WIB

Trump Klaim Armada AS Bergerak ke Iran, Harapkan Teheran Mau Berunding

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:33 WIB

Arab Saudi Tak Sudi Wilayahnya Digunakan Amerika Serikat untuk Menyerang Iran

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:12 WIB

Israel Tak Izinkan Jurnalis Asing Masuk Gaza, Meski Rafah Sudah Dibuka

Senin, 26 Januari 2026 - 17:25 WIB

China Enggan Berkomentar soal Dewan Perdamaian Gaza Inisiatif AS

Berita Terbaru

Petugas pada Kejaksaan Agung menggiring tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya tahun 2022–2024 di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (KM)

HUKUM

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO

Selasa, 10 Feb 2026 - 23:44 WIB