Hasto: Sekolah Harus Proaktif Hadapi Fenomena Seribu Kursi Kosong di SD Negeri Jogja

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, ‎JOGJA – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan sekitar 1.000 kursi kelas 1 SD Negeri di Kota Yogyakarta masih kosong pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan karena di saat sekolah negeri masih kekurangan murid, sekolah swasta justru dibanjiri pendaftar meski memungut biaya pendidikan.

Hasto menjelaskan, dari total daya tampung sekitar 3.600 hingga 3.700 kursi, jumlah pendaftar baru mencapai 2.500 hingga 2.700 siswa.

“Masih ada sekitar seribu kursi yang belum terisi. Ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Menurut Hasto, fenomena tersebut tergolong ironis. Ia menilai banyak orang tua tetap memilih sekolah swasta meski harus mengeluarkan biaya lebih besar, sementara SD negeri menyediakan layanan pendidikan gratis dengan kualitas yang tidak kalah baik.

“Padahal SD negeri kita masih banyak kursi kosong dan semuanya gratis,” katanya.

Hasto juga menyinggung kondisi ekonomi masyarakat yang kerap mengeluhkan tingginya biaya pendidikan.

“Masyarakat sebetulnya daya belinya tidak bagus-bagus amat. Sebetulnya, nafsu besar, tenaga kurang. Sementara di SD negeri kita sendiri masih kosong, masih banyak kursi yang tersedia secara gratis,” tegas Hasto.

Menyikapi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta segera mengambil langkah evaluasi.

Hasto mengumpulkan seluruh kepala SD negeri untuk membahas strategi meningkatkan minat masyarakat terhadap sekolah negeri.

Ia menilai pola lama yang hanya menunggu calon siswa datang sudah tidak lagi relevan.

“Kepala sekolah harus lebih proaktif. Jangan hanya menunggu pendaftaran dibuka, tetapi harus mampu memperkenalkan keunggulan sekolah kepada masyarakat,” ujar Hasto.

Ia menambahkan, setiap sekolah memiliki potensi dan prestasi yang perlu disampaikan secara lebih luas agar menjadi pertimbangan para orang tua.

Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh siswa baru akan menjadi salah satu indikator dalam evaluasi kinerja kepala sekolah.

“Kami ingin fasilitas pendidikan negeri yang sudah tersedia bisa dimanfaatkan secara maksimal. Semakin banyak masyarakat percaya kepada SD negeri, semakin kuat pula kualitas pendidikan di Kota Yogyakarta,” pungkasnya.(WAW)

Berita Terkait

Putri Mataram Gaungkan Semangat Cinta Lingkungan Lewat Aksi Bersih Pantai Baru
Aksi Nyata Mahasiswa UWM, Ciptakan Ruang Aman Keluarga Melalui Pengabdian Masyarakat
Tunggakan Gaji Empat Bulan Picu Protes Eks Karyawan RSU Griya Mahardhika
PIP 2026 Bantu Ribuan Siswa Yogyakarta Tetap Bersekolah dan Wujudkan Cita-cita
RS Sardjito Klarifikasi Insiden Ambulans Tabrak Tembok, Tidak Ada Pasien di Dalam Kendaraan
Dari Keresahan Jadi Inspirasi, Imperial Digital Printing Rayakan Perjalanan 8 Tahun dengan Terus Berinovasi
Kisruh Internal PPP Bantul, Forkom PAC Lakukan Penyegelan Kantor DPC
Penggeledahan Dinkop UKM, Sekda Sebut Kontraktor Pihak yang Bersalah

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:09 WIB

Putri Mataram Gaungkan Semangat Cinta Lingkungan Lewat Aksi Bersih Pantai Baru

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:04 WIB

Aksi Nyata Mahasiswa UWM, Ciptakan Ruang Aman Keluarga Melalui Pengabdian Masyarakat

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:49 WIB

Tunggakan Gaji Empat Bulan Picu Protes Eks Karyawan RSU Griya Mahardhika

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:44 WIB

Hasto: Sekolah Harus Proaktif Hadapi Fenomena Seribu Kursi Kosong di SD Negeri Jogja

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:37 WIB

PIP 2026 Bantu Ribuan Siswa Yogyakarta Tetap Bersekolah dan Wujudkan Cita-cita

Berita Terbaru