JENDELANUSANTARA.COM, Bekasi — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi melalui Komisi II menggelar rapat kerja guna mengevaluasi palang pintu perlintasan rel kereta api sekaligus membahas rencana pembangunan flyover di Bekasi Timur, Senin (4/5/2026). Langkah ini menjadi tindak lanjut atas Nota Dinas Komisi II yang menekankan pentingnya peningkatan keselamatan serta penguraian kemacetan di kawasan tersebut.
Rapat dipimpin Ketua Komisi II Latu Har Hary dan dihadiri jajaran pimpinan serta anggota komisi, antara lain Wakil Ketua Yenny Kristianti, Sekretaris Evi Mafriningsianti, serta anggota Anton, Suryo Harjo, Oloan Nababan, dan Sodikin.
Dalam forum tersebut, Komisi II turut menghadirkan sejumlah perangkat daerah, yakni Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Kehadiran lintas instansi ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi perlintasan kereta api, potensi risiko kecelakaan, hingga kesiapan teknis dan administratif pembangunan flyover.
Sejumlah titik perlintasan sebidang di Bekasi Timur dinilai masih memiliki tingkat kerawanan tinggi, baik dari sisi keselamatan pengguna jalan maupun kelancaran arus lalu lintas. Karena itu, pembangunan flyover dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi konflik antara kendaraan dan perjalanan kereta api.
DPRD Kota Bekasi berharap, melalui rapat kerja ini dapat dirumuskan langkah strategis yang terukur dan berkelanjutan. Selain meningkatkan keselamatan masyarakat, proyek infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Bekasi Timur. (ihd/lsi)














