Zero Runoff Jadi Solusi Jangka Panjang Penanganan Banjir di Bekasi

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat langkah penanganan banjir melalui kolaborasi bersama berbagai pihak. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto bersama Aliansi Pemuda Cerdas Inovatif (@inspecto_id) dan (@reservoair) menggelar diskusi strategis terkait penanganan banjir berbasis konsep Zero Runoff dan penggunaan platform aplikasi digital “SERAP”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Nonon Sonthanie, Pemkot Bekasi, Selasa (12/5/2026).

Dalam pemaparan yang disampaikan, konsep Zero Runoff menitikberatkan pada pengelolaan air hujan langsung dari sumbernya agar tidak seluruhnya mengalir ke saluran drainase publik. Metode ini dilakukan melalui pembangunan sumur resapan, kolam retensi, biopori, hingga taman resapan air di kawasan permukiman maupun bangunan komersial.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan normalisasi saluran air semata, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan.

“Permasalahan banjir harus ditangani secara bersama-sama dengan inovasi dan langkah nyata. Konsep Zero Runoff menjadi solusi jangka panjang agar air hujan dapat diserap langsung ke tanah dan tidak membebani drainase kota,” ujar Tri Adhianto.

Selain itu, platform “SERAP” juga dipersiapkan sebagai sarana pemantauan dan kolaborasi dalam penerapan sistem pengelolaan air di lingkungan masyarakat maupun kawasan pembangunan baru. Pemerintah Kota Bekasi berharap langkah ini dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat, pengembang, hingga pelaku usaha.

Tri Adhianto menegaskan bahwa Kota Bekasi ingin menjadi daerah percontohan dalam penerapan penanganan banjir berbasis inovasi lingkungan di Indonesia.

“Kami ingin Kota Bekasi menjadi contoh bagaimana persoalan banjir dapat ditangani melalui kolaborasi, teknologi, dan kepedulian lingkungan. Penanganan banjir bisa diselesaikan jika dilakukan bersama,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dijelaskan bahwa konsep Zero Runoff telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 06 Tahun 2020 tentang Sistem Drainase. Peraturan tersebut mewajibkan setiap pemilik lahan atau bangunan untuk mengelola air hujan di area masing-masing.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap penanganan banjir dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta menciptakan lingkungan kota yang lebih aman dan nyaman.(lsi)

Sumber : Diskominfostandi

Berita Terkait

Porprov Jabar XV Segera Bergulir, Abdul Harris Bobihoe Matangkan Kesiapan Kontingen Bekasi
Wali Kota Bekasi Apresiasi Gerakan Biopori, Dorong Warga Siaga Hadapi Musim Kemarau
Jaringan Agen BRILink BRI KC Cikarang Semakin Dekat dan Cepat Untuk Layanan Perbankan
Harris Bobihoe Paparkan Visi Bumi Patriot Menuju Kota Modern yang Terkoneksi
Pelatihan Pengurusan Izin BPOM Jadi Langkah Pemkot Bekasi Majukan UMKM Lokal
Kali Bekasi Diduga Tercemar, DLH dan KP2C Lakukan Penelusuran Hingga Kabupaten Bogor
Tri Adhianto Pastikan Penataan Pasar Baru Berlanjut, Fasilitas Modern Dibangun Secara Bertahap
Kader KB Kota Bekasi Diperkuat Lewat Sarasehan, Dukung Program Kependudukan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:24 WIB

Porprov Jabar XV Segera Bergulir, Abdul Harris Bobihoe Matangkan Kesiapan Kontingen Bekasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:32 WIB

Wali Kota Bekasi Apresiasi Gerakan Biopori, Dorong Warga Siaga Hadapi Musim Kemarau

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:36 WIB

Jaringan Agen BRILink BRI KC Cikarang Semakin Dekat dan Cepat Untuk Layanan Perbankan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:05 WIB

Harris Bobihoe Paparkan Visi Bumi Patriot Menuju Kota Modern yang Terkoneksi

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:11 WIB

Pelatihan Pengurusan Izin BPOM Jadi Langkah Pemkot Bekasi Majukan UMKM Lokal

Berita Terbaru