Damkarmat Kota Yogyakarta Paling Sering Dimintai Tolong Evakuasi Ular

Jumat, 15 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Damkarmat sedang mengikuti latihan menjinakkan ular. (Damkarmat Jogja)

Anggota Damkarmat sedang mengikuti latihan menjinakkan ular. (Damkarmat Jogja)

JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta -Ular-ular itu muncul diam-diam di halaman rumah, selokan, atau tumpukan kayu belakang dapur. Kadang warnanya hijau pucat, kadang belang-belang cokelat, atau hitam mengilap dengan leher yang siap mengembang. Sepanjang Januari hingga Juli 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta sudah 86 kali mendapat telepon darurat untuk mengevakuasi reptil melata itu.

Angka itu menjadikan ular sebagai “tamu tak diundang” kedua terbanyak di pusat layanan darurat Damkarmat—hanya kalah dari sarang tawon yang sudah 150 kali disapu bersih. “Paling sering saat hujan deras atau panas terik berkepanjangan,” ujar Kepala Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid, Jumat, 15 Agustus 2025. Perubahan cuaca, katanya, memaksa ular keluar dari sarang mencari tempat kering atau mangsa baru.

Meski sudah kenyang pengalaman, petugas Damkarmat tetap berlatih. Rabu, 13 Agustus 2025, halaman markas mereka diisi kotak kaca, karung, tongkat hook, dan botol plastik besar. Janu Wahyu Widodo, pendiri Exalos Indonesia—komunitas pencinta satwa eksotik—memimpin sesi. Materinya lengkap: mengenal ciri-ciri ular berbisa, teknik menangkap kobra dengan aman, hingga prosedur menangani korban gigitan.

“Mayoritas ular sebenarnya tidak berbahaya,” kata Janu. Di Yogyakarta, beberapa jenis berbisa yang kerap muncul adalah kobra jawa, weling, dan ular tanah. Tapi piton juga tetap dianggap ancaman: tubuhnya besar, lilitannya bisa mematahkan tulang, dan gigitannya kuat. Petugas belajar menangkap ular kecil dengan toples atau botol, sedangkan yang besar dijinakkan memakai grabstick dan dimasukkan ke karung.

Sesi terakhir: pertolongan pertama korban gigitan. Janu menekankan imobilisasi bagian tubuh yang tergigit. “Racun ular menyebar lewat getah bening. Menghambatnya berarti membatasi gerak,” ujarnya. Pesan itu disimak serius para petugas—karena, di kota yang kian padat ini, pertemuan manusia dan ular agaknya akan makin sering terjadi. {ihd)

Berita Terkait

Kasus Penyerangan Markas Cabang LMP Kabupaten Karo Mandek, Ratusan Massa Geruduk Polres
Bandung Melawan Sampah dengan 220 Titik Pengolahan, Target Kurangi Timbulan hingga 250 Ton per Hari
Pengelolaan Bandung Zoo Dilelang Ulang, Pemkot Perlu Mitra Tangguh
Yogyakarta Raih Paritrana Award 2025, Komitmen Lindungi Pekerja Diapresiasi
Sehari Menjadi Abdi Dalem, Menyelami Kehidupan Keraton Yogyakarta
Keracunan Diduga dari MBG, 90 Siswa di Mlati Alami Mual, Pusing, dan Diare
Kementerian PU dan Muhammadiyah Perkuat Sinergi Bangun Layanan Publik
Ketua KPK: Sedikitnya 10 Travel Nikmati Untung dari Korupsi Kuota Haji

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:23 WIB

Kasus Penyerangan Markas Cabang LMP Kabupaten Karo Mandek, Ratusan Massa Geruduk Polres

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:03 WIB

Bandung Melawan Sampah dengan 220 Titik Pengolahan, Target Kurangi Timbulan hingga 250 Ton per Hari

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:34 WIB

Pengelolaan Bandung Zoo Dilelang Ulang, Pemkot Perlu Mitra Tangguh

Rabu, 15 Oktober 2025 - 10:49 WIB

Yogyakarta Raih Paritrana Award 2025, Komitmen Lindungi Pekerja Diapresiasi

Jumat, 15 Agustus 2025 - 18:05 WIB

Damkarmat Kota Yogyakarta Paling Sering Dimintai Tolong Evakuasi Ular

Berita Terbaru