BSKDN Kemendagri Beberkan Strategi Perluas Penerapan MPP Digital di Daerah

Senin, 3 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Jakarta, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membeberkan strategi memperluas penerapan Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu strategi yang perlu dilakukan pemerintah daerah (Pemda) yakni mengenali sekaligus memetakan faktor penghambat pembentukan MPP. Upaya awal ini dinilai penting untuk memudahkan daerah meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayahnya.

“Untuk itu perlu digali lagi apakah terdapat faktor lain yang menghambat daerah dalam membentuk MPP, seperti political will kepala daerah ataupun kemungkinan sudah adanya sistem pelayanan mandiri oleh daerah,” ungkap Pelaksana Harian (Plh.) Pusat Strategi Kebijakan (Pustrajakan) Kewilayahan, Kependudukan, dan Pelayanan Publik (KKPP) Faisal Syarif saat memimpin Rapat Pembahasan Policy Brief Strategi Penerapan Digitalisasi MPP di Daerah di Ruang Rapat Pustrajakan KKPP Gedung Krisna Lantai 3 BSKDN, Jakarta, Senin (3/6/2024).

Lebih lanjut, Faisal menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri, saat ini terdapat 216 MPP atau 43 persen dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Faisal menambahkan, angka tersebut belum sesuai target penerapan MPP di tahun 2024.

“Dilihat dari kemampuan fiskalnya, daerah yang belum mendirikan MPP masih didominasi dengan daerah-daerah yang memiliki kemampuan fiskal yang rendah sebesar 29 persen dan sangat rendah sebesar 35 persen,” jelas Faisal.

Guna mencapai target penerapan MPP 2024 di seluruh daerah, Faisal mengatakan pihaknya akan terus mendorong daerah untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik. Selain itu, dia juga mengimbau agar daerah dapat mempelajari berbagai model MPP digital yang telah dikembangkan. Harapannya melalui hal tersebut, daerah dapat memiliki gambaran MPP seperti apa yang akan diterapkan di wilayahnya.

“Menjawab pentingnya transformasi digital dan terpenuhinya target penyelenggaraan MPP di daerah, terdapat beberapa model MPP berbasis digital yang telah dikembangkan, yaitu MPP Digital Nasional, MPPI (Mal Pelayanan Publik Indonesia), dan aplikasi mandiri penunjang MPP oleh daerah,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Faisal juga berharap masing-masing model MPP tersebut tidak bersifat kompetitif, melainkan diarahkan sebagai komplementer yang dapat mendukung, melengkapi, dan memperbaiki satu sama lain sebagai suatu kesatuan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Digitalisasi pada penyelenggaraan MPP diharapkan dapat mengintegrasikan berbagai layanan yang ada di MPP serta mendorong efisiensi anggaran dan mempermudah pemerintah daerah dalam menyelenggarakan secara pelayanan publik terpadu,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wali Kota Madiun dan Bupati Pati Ditahan, Kemendagri Aktifkan Peran Wakil Kepala Daerah
Mendagri Tito Karnavian: Pengembalian TKD untuk Daerah Bencana Harus Tepat Sasaran dan Akuntabel
Kemenag Catat Efisiensi Rp8,6 Triliun lewat Pelatihan Digitalisasi MOOC Pintar
Rakernas APKASI XVII, Mendagri Dorong Daerah Kurangi Ketergantungan pada TKD
Rakernas XVII APKASI, Mendagri Tekankan Pemanfaatan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat
Rapat Koordinasi Kemendagri Bahas Percepatan Bantuan Pascabencana Wilayah Sumatra
Hilirisasi Pangan Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PalmCo Siapkan Lahan Peternakan Ayam Terintegrasi
Wamendagri Wiyagus Soroti Potensi Ekonomi Stadion Sepak Bola bagi Masyarakat Lokal

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:31 WIB

Wali Kota Madiun dan Bupati Pati Ditahan, Kemendagri Aktifkan Peran Wakil Kepala Daerah

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:12 WIB

Mendagri Tito Karnavian: Pengembalian TKD untuk Daerah Bencana Harus Tepat Sasaran dan Akuntabel

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:08 WIB

Kemenag Catat Efisiensi Rp8,6 Triliun lewat Pelatihan Digitalisasi MOOC Pintar

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:01 WIB

Rakernas APKASI XVII, Mendagri Dorong Daerah Kurangi Ketergantungan pada TKD

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:51 WIB

Rakernas XVII APKASI, Mendagri Tekankan Pemanfaatan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terbaru