BPK Berikan Opini WTP, Kementrans Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Kementerian Transmigrasi berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola keuangan Kementerian Transmigrasi setelah pada tahun sebelumnya memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Opini WTP tersebut diterima langsung oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun 2025 di Kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara (Badiklat PKN) BPK RI, Jakarta Selatan, Kamis (16/7).

Bagi masyarakat, opini WTP bukan sekadar capaian administratif. Opini tersebut menunjukkan bahwa laporan keuangan Kementerian Transmigrasi telah disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan. Dengan demikian, pengelolaan anggaran negara dinilai semakin transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa opini WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan pijakan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

“Bagi kami, pemeriksaan bukan semata-mata instrumen pengawasan. Pemeriksaan adalah cermin. Melalui cermin itulah kami dapat melihat dengan lebih jernih apa yang telah berjalan baik, apa yang masih perlu diperbaiki, serta apa yang harus segera disempurnakan,” ujar Menteri Iftitah.

Ia menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran yang dikelola Kementerian Transmigrasi merupakan uang rakyat yang harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Komitmen kami sederhana, tetapi sangat penting: uang rakyat harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kawasan transmigrasi serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Menteri Iftitah, tata kelola keuangan yang baik akan meningkatkan efektivitas pelaksanaan berbagai program kementerian, mulai dari penyelesaian legalitas lahan transmigrasi, pembangunan kawasan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Penyerahan LHP merupakan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Pada kesempatan tersebut, BPK menyerahkan LHP kepada 26 entitas, yang terdiri atas 20 kementerian/lembaga serta 6 entitas pengelola pinjaman dan hibah luar negeri, yang seluruhnya memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Anggota III BPK RI, Akhsanul Khaq, mengapresiasi capaian tersebut sekaligus mengingatkan seluruh kementerian dan lembaga agar terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara, khususnya dalam pengelolaan aset, efisiensi belanja, serta optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Kami menyimpulkan bahwa 20 entitas kementerian/lembaga dan 6 laporan keuangan pengelola pinjaman maupun hibah luar negeri memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian. Kami mengapresiasi capaian ini sebagai hasil kerja keras para Menteri, Kepala Lembaga, beserta seluruh jajarannya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang mewakili kementerian dan lembaga penerima LHP menegaskan bahwa akuntabilitas pengelolaan keuangan negara harus bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah dalam rangka menjaga akuntabilitas kerja agar menghasilkan dampak yang nyata, karena pada dasarnya uang yang kita pergunakan adalah uang rakyat yang harus kita pertanggungjawabkan,” katanya.

Bagi Kementerian Transmigrasi, opini WTP menjadi motivasi untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berintegritas. Kementerian berkomitmen memastikan setiap rupiah anggaran negara dikelola secara efektif, efisien, dan tepat sasaran guna mendukung percepatan pembangunan kawasan transmigrasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (lsi)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

Berita Terkait

Kementerian Perkuat Talenta Esports Lewat National Championships Grand Finale ASIED
Menteri Ekraf Siap Akselerasi Pegiat Ekonomi Kreatif ke Pasar Global Bersama Braze
HUT ke-344 Bandar Lampung Momentum Percepat Pertumbuhan Ekonomi Berbasis UMKM
BSKDN Minta Mahasiswa KKN Gali Potensi Daerah dan Perkuat Ekonomi Kreatif Masyarakat Yapen
Realisasi Tambahan TKD Rp144,67 Miliar di Solok Jadi Fokus Pengawalan Satgas PRR
Mendagri Tito Karnavian: Pencegahan Korupsi di Daerah Harus Bertumpu pada Sistem dan Integritas
Wiyagus: DPRD Harus Kawal APBD Berbasis Kinerja dan Hasil yang Terukur
Rapat Komisi II DPR, Mendagri Ungkap Efisiensi Tak Hambat Kinerja Anggaran Kemendagri

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:22 WIB

Kementerian Perkuat Talenta Esports Lewat National Championships Grand Finale ASIED

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:44 WIB

HUT ke-344 Bandar Lampung Momentum Percepat Pertumbuhan Ekonomi Berbasis UMKM

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:23 WIB

BSKDN Minta Mahasiswa KKN Gali Potensi Daerah dan Perkuat Ekonomi Kreatif Masyarakat Yapen

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:49 WIB

BPK Berikan Opini WTP, Kementrans Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:41 WIB

Realisasi Tambahan TKD Rp144,67 Miliar di Solok Jadi Fokus Pengawalan Satgas PRR

Berita Terbaru