AS Serang Venezuela, Puluhan Orang Tewas, Klaim Presiden Maduro Ditangkap

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Venezuela — Sedikitnya 40 orang, termasuk personel militer dan warga sipil, dilaporkan tewas dalam serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela, Sabtu (3/1/2025). Laporan itu disampaikan New York Times dengan mengutip keterangan pejabat senior Venezuela.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez sebelumnya menyatakan bahwa serangan AS telah menewaskan sejumlah pejabat, anggota militer, serta warga sipil. Namun, pemerintah Venezuela belum merinci lokasi maupun sasaran utama serangan tersebut.

Presiden AS Donald Trump pada hari yang sama mengumumkan bahwa Washington telah melancarkan operasi militer besar-besaran ke Venezuela. Trump juga mengklaim Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

Media-media setempat di Venezuela melaporkan terjadinya sejumlah ledakan di Caracas. Beberapa laporan menyebut operasi itu melibatkan unit elite militer AS, Delta Force, meski klaim tersebut belum dikonfirmasi secara independen.

Pemerintah Venezuela menyatakan belum mengetahui keberadaan Maduro dan meminta AS memberikan bukti bahwa presiden mereka masih hidup. Menanggapi hal itu, Trump kemudian menerbitkan sebuah foto yang diklaim memperlihatkan Maduro berada di atas kapal militer AS.

Di AS, sejumlah anggota Kongres menilai operasi militer tersebut ilegal dan melanggar hukum internasional. Pemerintah AS, sebaliknya, menyatakan Maduro akan dibawa ke hadapan pengadilan untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan rencana untuk mengajukan banding ke berbagai organisasi internasional atas tindakan Washington. Caracas juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar rapat darurat guna membahas serangan AS tersebut.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Venezuela. Moskow mengaku prihatin atas laporan yang menyebut Maduro dan istrinya dipaksa meninggalkan negara mereka sebagai bagian dari apa yang disebut Rusia sebagai agresi AS.

Pemerintah Rusia menyerukan pembebasan Maduro dan Cilia Flores serta mendesak semua pihak mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan Amerika Latin. (ihd)

Berita Terkait

Trump Klaim Iran ‘Hancur Total’, Kritik Pemberitaan The New York Times
Ketum TP PKK Jadi Panelis Side Event CSW70, Dorong Akses Keadilan bagi Perempuan
Serangan Israel di Lebanon Meluas, Beirut Selatan Dipenuhi Puing dan Ratusan Mayat
China Mulai Dekati Iran, Amerika Mengintip Indikasi Bantu Teknologi Rudal
Kisah Rano: Ada Jamaah Naik Taksi dari Doha ke Riyadh Rp85 Juta agar Bisa Terbang ke Indonesia
WNI di Qatar Desak Pemerintah Segera Lakukan Evakuasi
Iran Tolak Berunding dengan AS, IRGC Klaim Korban Sipil Tembus 700 Orang
IGRC Klaim Serang Markas Pertahanan Israel, Konflik Makin Tereskalasi

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:14 WIB

Trump Klaim Iran ‘Hancur Total’, Kritik Pemberitaan The New York Times

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:27 WIB

Ketum TP PKK Jadi Panelis Side Event CSW70, Dorong Akses Keadilan bagi Perempuan

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:17 WIB

Serangan Israel di Lebanon Meluas, Beirut Selatan Dipenuhi Puing dan Ratusan Mayat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:33 WIB

China Mulai Dekati Iran, Amerika Mengintip Indikasi Bantu Teknologi Rudal

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:00 WIB

Kisah Rano: Ada Jamaah Naik Taksi dari Doha ke Riyadh Rp85 Juta agar Bisa Terbang ke Indonesia

Berita Terbaru