Arab Saudi Tak Sudi Wilayahnya Digunakan Amerika Serikat untuk Menyerang Iran

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jet tempur F35 US Army. (Abadolu)

Jet tempur F35 US Army. (Abadolu)

Sikap itu disampaikan dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Saudi (SPA), Selasa (27/1/2026) waktu setempat. Di saat spekulasi mengenai kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Iran kembali menguat, Arab Saudi memilih menegaskan posisi netral aktif: menghormati kedaulatan Iran sekaligus menolak terlibat dalam skenario militer apa pun.

Pernyataan “tak sudi” tersebut bukan sekadar pesan diplomatik bilateral, melainkan sinyal strategis Riyadh kepada aktor-aktor global. Arab Saudi tampak berupaya memastikan dirinya tidak terseret ke dalam konflik terbuka yang berpotensi mengguncang stabilitas kawasan, terutama mengingat posisi geografisnya yang strategis di Teluk.

Bin Salman menegaskan bahwa Saudi tidak akan mengizinkan siapa pun menggunakan wilayahnya untuk kepentingan militer terhadap Iran, apa pun tujuan dan aktornya. Pada saat yang sama, Riyadh kembali menekankan pentingnya dialog sebagai jalan penyelesaian sengketa, sebuah pendekatan yang mencerminkan pergeseran kebijakan luar negeri Saudi dalam beberapa tahun terakhir —lebih pragmatis, lebih berhitung, dan lebih berorientasi pada stabilitas jangka panjang.

Bagi Iran, sikap Saudi tersebut memiliki makna politik tersendiri. Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas dukungan negara-negara Islam kepada Teheran, terutama di tengah kekhawatiran akan eskalasi militer Amerika Serikat. Dalam pernyataannya, Pezeshkian menekankan bahwa kebijakan Iran bertumpu pada pelestarian persatuan nasional dan solidaritas di antara negara-negara Muslim.

Pezeshkian juga menggunakan momentum ini untuk mengkritik Amerika Serikat dan Israel, yang ia tuduh melakukan tekanan ekonomi dan memprovokasi instabilitas internal Iran. Namun, menurut dia, upaya tersebut gagal karena kuatnya kesadaran dan partisipasi rakyat Iran. Narasi ini kembali menegaskan posisi Teheran yang melihat tekanan eksternal sebagai ancaman sekaligus alat konsolidasi domestik.

Meski demikian, Iran tetap menyatakan kesiapan untuk menempuh jalur diplomasi. Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran terbuka terhadap setiap proses yang mengarah pada perdamaian dan penghindaran konflik, selama dilakukan dalam kerangka hukum internasional dan tidak mengabaikan hak-hak bangsa Iran.

Di sisi lain, Washington terus menegaskan bahwa seluruh opsi, termasuk tindakan militer, tetap terbuka. Pernyataan itu memperlihatkan kontras tajam dengan sikap Arab Saudi yang justru berusaha menjaga jarak dari eskalasi. Para pejabat Iran pun telah memperingatkan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan respons yang cepat dan menyeluruh, meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas.

Dalam konteks inilah, pernyataan Arab Saudi menjadi penting. Dengan menyatakan tak sudi menjadi jalur atau basis perang, Riyadh berupaya memposisikan diri sebagai penyeimbang di kawasan —tidak berpihak pada eskalasi, tetapi juga tidak sepenuhnya lepas dari dinamika kekuatan besar. Bagi Timur Tengah yang rapuh oleh konflik berkepanjangan, sikap ini mencerminkan kesadaran bahwa satu langkah keliru dapat berujung pada instabilitas yang jauh lebih besar. (ihd)

Berita Terkait

Israel Ingin Buru-buru Serang Iran, Donald Trump: Belum Diperlukan
Trump Klaim Armada AS Bergerak ke Iran, Harapkan Teheran Mau Berunding
Israel Tak Izinkan Jurnalis Asing Masuk Gaza, Meski Rafah Sudah Dibuka
China Enggan Berkomentar soal Dewan Perdamaian Gaza Inisiatif AS
Trump Tarik Undangan Dewan Gaza ke Kanada, Ottawa-Washington Tegang
Khawatir Inisiatif AS Geser PBB, Uni Eropa Tolak Gabung Dewan Gaza
Macron Tolak Dewan Gaza, Trump Ancam Tarif Tinggi Produk Prancis
Trump Klaim Ada Ancaman Rusia di Greenland, Siap Ambil Tindakan Tegas

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 23:44 WIB

Israel Ingin Buru-buru Serang Iran, Donald Trump: Belum Diperlukan

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:30 WIB

Trump Klaim Armada AS Bergerak ke Iran, Harapkan Teheran Mau Berunding

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:33 WIB

Arab Saudi Tak Sudi Wilayahnya Digunakan Amerika Serikat untuk Menyerang Iran

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:12 WIB

Israel Tak Izinkan Jurnalis Asing Masuk Gaza, Meski Rafah Sudah Dibuka

Senin, 26 Januari 2026 - 17:25 WIB

China Enggan Berkomentar soal Dewan Perdamaian Gaza Inisiatif AS

Berita Terbaru