JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Membunyikan leher kerap menjadi kebiasaan sebagian orang untuk meredakan rasa kaku atau melampiaskan stres. Namun, di balik sensasi lega yang muncul seketika, terdapat potensi risiko jangka panjang, mulai dari cedera leher hingga, dalam kasus tertentu, memicu stroke.
Dokter spesialis anestesiologi dan pengobatan nyeri intervensional, Dr. Kunal Sood, MD, menjelaskan bahwa bunyi letupan saat leher diputar bukanlah sumber bahaya utama. “Rasa lega sementara berasal dari peregangan sendi yang cepat serta pelepasan gelembung gas di cairan sinovial. Suara itu sendiri tidak berbahaya,” ujarnya, seperti dikutip Hindustan Times, Rabu (15/1).
Risiko justru muncul ketika leher berulang kali dipaksa melampaui rentang gerak alaminya. Menurut Sood, kebiasaan ini dalam jangka panjang dapat melonggarkan ligamen dan mengurangi stabilitas tulang belakang leher. Akibatnya, gerakan leher menjadi lebih tidak terkontrol, terutama saat terjadi putaran mendadak.
Penurunan stabilitas tersebut membuat struktur penting di area leher lebih rentan. “Gerakan yang tajam atau kuat dapat menimbulkan tekanan geser abnormal pada arteri vertebralis dan karotis yang melintas di leher,” kata Sood. Pada situasi yang jarang, tekanan ini dapat menyebabkan robekan pada lapisan dalam arteri—dikenal sebagai diseksi arteri serviks—yang berpotensi membentuk gumpalan darah dan menyumbat aliran darah ke otak, sehingga memicu stroke.
Meski demikian, Sood menegaskan bahwa sebagian besar orang yang membunyikan leher tidak akan mengalami komplikasi tersebut. “Namun mekanisme risikonya telah terdokumentasi dengan baik. Karena itu, manipulasi leher yang berulang dan kuat—terutama dilakukan sendiri—tidak disarankan,” ujarnya.
Sebagai alternatif yang lebih aman, Sood menyarankan latihan mobilitas ringan, perbaikan postur, penguatan otot yang terarah, serta terapi sesuai kebutuhan untuk mengatasi kekakuan leher, ketimbang membunyikan leher secara agresif. Langkah-langkah ini dinilai lebih efektif menjaga kesehatan leher tanpa menambah risiko cedera. (ihd)














