Gencatan Senjata Kembali Berlaku, Bantuan Kemanusiaan Dilanjutkan

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Gaza yang hancur akibat serangan brutal Israel yang tak berhenti. (Anadolu)

Kondisi Gaza yang hancur akibat serangan brutal Israel yang tak berhenti. (Anadolu)

JENDELANUSANTARA.COM, New York — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan rasa syukur atas berlanjutnya kembali gencatan senjata di Jalur Gaza setelah sempat terjadi pelanggaran pada akhir pekan lalu. PBB menyebut, situasi yang kembali tenang itu memungkinkan distribusi bantuan kemanusiaan dilanjutkan kepada ribuan keluarga yang terdampak konflik.

“Kami sangat senang bahwa kedua belah pihak telah menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengimplementasikan gencatan senjata di Gaza dan memuji upaya-upaya gigih para mediator,” ujar Stephane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, di New York, Senin (20/10/2025).

Dujarric menambahkan, PBB tetap prihatin atas laporan kekerasan yang masih terjadi di beberapa wilayah Gaza. Ia mendesak Israel dan kelompok perlawanan Palestina Hamas untuk mematuhi komitmen gencatan senjata, melindungi warga sipil, dan menghindari tindakan yang dapat memicu permusuhan baru atau mengganggu operasi kemanusiaan.

“Kami menegaskan kembali seruan Sekretaris Jenderal untuk pengembalian jenazah semua sandera yang meninggal,” kata Dujarric.

Bantuan Kemanusiaan Kembali Mengalir

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa mitra-mitra kemanusiaan berhasil kembali menyalurkan paket makanan kepada ribuan keluarga di Deir al-Balah dan Khan Younis — wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau akibat blokade dan pertempuran.

Israel, pada Minggu (19/10), dilaporkan mengizinkan PBB mengerahkan pemantau di perlintasan Kissufim. Langkah tersebut disambut baik oleh OCHA karena akan meningkatkan transparansi dan visibilitas dalam jalur distribusi bantuan kemanusiaan.

Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, baru saja menyelesaikan kunjungannya ke Jalur Gaza. Dalam kunjungan pada Sabtu (18/10), Fletcher meninjau pusat nutrisi Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) dan proyek pembukaan jalan oleh Program Pembangunan PBB (UNDP). Ia meninggalkan wilayah Gaza pada hari yang sama melalui perlintasan Kerem Shalom atau Karem Abu Salem.

Pertemuan dengan Mahmoud Abbas

Pada Minggu (19/10), Fletcher bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas kebutuhan kemanusiaan mendesak di Gaza serta skema peningkatan bantuan selama 60 hari ke depan.

OCHA menyebut, pertemuan juga menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan gencatan senjata, membahas kondisi di Tepi Barat, serta mencari jalan menuju perdamaian jangka panjang antara Israel dan Palestina.

Sehari kemudian, di Yerusalem, Fletcher bertemu dengan tim kemanusiaan PBB di wilayah Palestina yang diduduki, terdiri atas 15 badan PBB dan sekitar 200 organisasi nonpemerintah lokal dan internasional.

Dalam kesempatan itu, Fletcher bersama Minderoo Foundation dari Australia mengumumkan kontribusi sebesar 10 juta dolar Australia atau sekitar Rp108 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat operasi kemanusiaan PBB di Gaza dalam kerangka rencana 60 hari bantuan.

Kekerasan di Tepi Barat

Sementara itu, OCHA juga melaporkan meningkatnya kekerasan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Dalam periode 7–13 Oktober, tercatat 71 serangan yang menimpa warga di 27 desa, sebagian besar terjadi di tengah musim panen zaitun.

Serangan itu meliputi penyerangan terhadap pemanen, pencurian hasil panen dan peralatan, serta perusakan pohon zaitun. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah korban dan kerusakan properti warga.

PBB menegaskan, perlindungan warga sipil di seluruh wilayah pendudukan Palestina harus menjadi prioritas utama demi mencegah siklus kekerasan yang berulang dan membuka ruang bagi proses perdamaian yang lebih stabil. (ihd)

Berita Terkait

Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi
Israel Ingin Buru-buru Serang Iran, Donald Trump: Belum Diperlukan
Prabowo Buka Opsi Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza
Kemenag Dorong PTKIN Buka Kelas Internasional dan Ekspansi Global
Menag Sebut NU sebagai Pesantren Besar dan Memiliki Kekuatan Moderasi
Alquran Isyarat Indonesia: Mushaf Pertama Dunia, Curi Perhatian di Book Fair Kairo
Integrasi Data Guru Non-ASN Jadi Fokus Pemerintah 2026 untuk Pemerataan
HNW Nilai Dokumen Board of Peace Bertentangan dengan Konstitusi RI

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:45 WIB

Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi

Selasa, 3 Februari 2026 - 23:44 WIB

Israel Ingin Buru-buru Serang Iran, Donald Trump: Belum Diperlukan

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:48 WIB

Prabowo Buka Opsi Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:17 WIB

Kemenag Dorong PTKIN Buka Kelas Internasional dan Ekspansi Global

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:05 WIB

Menag Sebut NU sebagai Pesantren Besar dan Memiliki Kekuatan Moderasi

Berita Terbaru

Petugas pada Kejaksaan Agung menggiring tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya tahun 2022–2024 di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (KM)

HUKUM

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO

Selasa, 10 Feb 2026 - 23:44 WIB