Meski gencatan senjata antara Hamas dan Israel telah diumumkan sehari sebelumnya, serangan udara Israel dilaporkan masih berlanjut di sejumlah titik. Sumber medis menyebut 19 warga Palestina tewas akibat serangan udara terbaru, sementara satu korban lainnya meninggal karena luka yang dideritanya dari serangan sebelumnya.
Mengutip kantor berita Wafa-Oanarut, sedikitnya 16 orang tewas ketika pesawat tempur Israel menghantam rumah keluarga Ghabboun di selatan Kota Gaza. Dua korban lainnya ditemukan setelah serangan di Khan Younis, Gaza bagian selatan.
Rumah sakit di seluruh Jalur Gaza kewalahan menerima korban. Dari laporan medis, 43 jenazah dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa, 60 ke Rumah Sakit Al-Ahli Baptist, 4 ke Rumah Sakit Al-Awda di Nuseirat, 16 ke Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs di Deir al-Balah, dan 32 ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis.
Padahal, pemerintah Israel pada Kamis (9/10) telah menyetujui usulan gencatan senjata yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian semua bentuk serangan, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pemberian akses bagi bantuan kemanusiaan, serta pertukaran tahanan.
Namun, lanjutnya serangan udara Israel menimbulkan keraguan terhadap komitmen Tel Aviv menjalankan kesepakatan tersebut.
Sejak perang pecah pada Oktober 2023, konflik di Gaza telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina dan melukai sekitar 170.000 orang. Mayoritas korban merupakan anak-anak dan perempuan. Selain jatuhnya korban jiwa, ratusan ribu penduduk kehilangan tempat tinggal akibat kehancuran rumah dan infrastruktur publik di wilayah kantong yang kini nyaris porak poranda itu. (ihd)













