Israel Tarik Pasukan dari Gaza, Tahap Awal Rencana Gencatan Senjata AS Dimulai

Jumat, 10 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Israel mulai menarik pasukannya secara bertahap dari Jalur Gaza, Palestina, pada Jumat (10/10/2025). (Xinhua)

Israel mulai menarik pasukannya secara bertahap dari Jalur Gaza, Palestina, pada Jumat (10/10/2025). (Xinhua)

JENDELANUSANTARA.COM, Istanbul — Israel mulai menarik pasukannya secara bertahap dari Jalur Gaza, Palestina, pada Jumat (10/10/2025). Penarikan penuh diperkirakan selesai dalam 24 jam sesuai kesepakatan yang menjadi bagian dari rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Dalam 24 jam ke depan, tentara Israel akan menyelesaikan penarikan pasukannya dari beberapa wilayah di Jalur Gaza sampai ke garis kuning, sebagaimana yang disepakati dalam rencana Trump antara Israel dan Hamas,” demikian laporan Channel 12, stasiun televisi Israel.

Pasukan Israel disebutkan akan mundur ke arah timur dari wilayah Rafah dan Khan Yunis di bagian selatan Gaza, serta dari kawasan utara hingga mendekati perbatasan Israel. Penarikan ini menandai langkah awal penerapan tahap pertama gencatan senjata yang telah disepakati kedua belah pihak.

Sehari sebelumnya, Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas. Kesepakatan itu mencakup penghentian sementara operasi militer serta pertukaran tawanan, hasil dari perundingan tidak langsung di Sharm el-Sheikh, Mesir. Dalam proses tersebut, turut hadir delegasi dari Turki, Mesir, dan Qatar di bawah pengawasan AS.

Perang yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menewaskan hampir 67.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Selain korban jiwa, serangan berkepanjangan itu membuat sebagian besar wilayah Gaza hancur dan tidak layak huni. (ihd)

Berita Terkait

Malaysia Dukung Pakistan Tuan Rumah Dialog AS–Iran: Untuk Perdamaian Nyata
Gelombang Protes Serangan Amerika terhadap Iran Meluas di Eropa, Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan
Israel Serang Jembatan Strategis di Sungai Litani, Eskalasi Memanas di Lebanon Selatan
Trump Klaim Telah Ada Dialog dan Perubahan Rezim di Iran, Teheran Bantah Keras
Pasukan AS ke Pulau Kharg Berisiko, Eks Pejabat Kontraterorisme: Bisa ‘Tersandera’ Persenjataan Iran
Sekjen PBB: Hentikan Operasi Militer AS-Israel ke Iran sebelum Lepas Kendali dan Sengsarakan Dunia
Idul Fitri 1447 H Ditetapkan Sabtu 21 Maret 2026, Hilal Tak Terlihat di 177 Titik
Atalia Praratya Dukung Pembatasan AI Instan dan Media Sosial pada Anak

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:45 WIB

Malaysia Dukung Pakistan Tuan Rumah Dialog AS–Iran: Untuk Perdamaian Nyata

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:51 WIB

Gelombang Protes Serangan Amerika terhadap Iran Meluas di Eropa, Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:50 WIB

Israel Serang Jembatan Strategis di Sungai Litani, Eskalasi Memanas di Lebanon Selatan

Senin, 23 Maret 2026 - 23:53 WIB

Trump Klaim Telah Ada Dialog dan Perubahan Rezim di Iran, Teheran Bantah Keras

Senin, 23 Maret 2026 - 13:09 WIB

Pasukan AS ke Pulau Kharg Berisiko, Eks Pejabat Kontraterorisme: Bisa ‘Tersandera’ Persenjataan Iran

Berita Terbaru