Senin, 15 September 2025

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. (Antara)
“Kebutuhan pemeriksaan kepada siapa, nanti kami akan melihat ya dalam proses penyidikannya,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (15/9/2025).
Sejauh ini, KPK telah memeriksa sejumlah saksi, melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, serta menyita aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Lembaga antirasuah juga melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana.
Budi menegaskan penelusuran itu tidak dimaksudkan mendiskreditkan PBNU, tetapi merupakan bagian dari upaya memulihkan potensi kerugian negara.
KPK resmi mengumumkan penyidikan perkara ini pada 9 Agustus 2025, dua hari setelah memeriksa mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Dalam tahap awal, kerugian negara diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Tiga orang, termasuk Yaqut, dicegah bepergian ke luar negeri.
Di luar penyelidikan KPK, Panitia Khusus (Pansus) Angket Haji DPR RI juga menemukan dugaan kejanggalan dalam pembagian 20.000 kuota tambahan pada musim haji 2024. Saat itu, Kementerian Agama menetapkan pembagian kuota tambahan masing-masing 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.
Skema tersebut dinilai melanggar Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang mengatur komposisi 92 persen kuota untuk haji reguler dan hanya 8 persen untuk haji khusus. (ihd)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Minggu, 28 Juni 2026 - 22:59 WIB
Bocah Empat Tahun Tewas Setelah Empat Jam Terjebak di Lubang Proyek ManggaraiSabtu, 27 Juni 2026 - 10:05 WIB
Konfrontasi Kasus Kopi DP, Pelapor Soroti Upaya Pengalihan Sengketa ke Ranah PerdataJumat, 26 Juni 2026 - 16:42 WIB
KPK Mencium Aliran Fee Proyek Kereta Api hingga ke Luar DJKA KemenhubKamis, 25 Juni 2026 - 19:25 WIB
KPK Temukan Dugaan Intervensi Audit BPK untuk Ubah Opini Muara EnimKamis, 25 Juni 2026 - 17:47 WIB
DPR Sebut Serangan terhadap Polisi yang Bertugas di Jambi Ancam Supremasi HukumBerita Terbaru

Yogyakarta
Penundaan RUU Perampasan Aset Berpotensi Melemahkan Upaya Pemberantasan Korupsi
Selasa, 30 Jun 2026 - 09:39 WIB

Yogyakarta
Liburan Sekolah Makin Seru, Waterboom Jogja Hadirkan Promo Tiket Mulai Rp60 Ribu
Selasa, 30 Jun 2026 - 09:21 WIB

Jakarta
JAFF Market 2026 Siap Digelar, Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Industri Film Asia Tenggara
Selasa, 30 Jun 2026 - 09:01 WIB

Nasional
Wamendagri Wiyagus: Pengelolaan SDA yang Baik Jadi Kunci Kemandirian Fiskal Daerah
Senin, 29 Jun 2026 - 18:52 WIB

Yogyakarta
Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Forkom PAC PPP Bantul Kirim Pesan Keras ke DPP
Senin, 29 Jun 2026 - 18:32 WIB

