Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Pajak Baru, Fokus Tingkatkan Pertumbuhan

Selasa, 9 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan kepada wartawan usai dirinya dilantik di Istana Negara. (Antara)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan kepada wartawan usai dirinya dilantik di Istana Negara. (Antara)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak perlu memberlakukan pungutan pajak baru bagi masyarakat. Menurut dia, sistem perpajakan yang berlaku saat ini masih cukup efektif dalam menghimpun penerimaan negara.

“Menurut saya pribadi, selama ini enggak usah (ada pungutan pajak baru),” ujar Purbaya saat ditemui seusai dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025).

Purbaya menjelaskan, fokus utama yang akan ditempuh adalah mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan pertumbuhan yang baik, pendapatan negara akan meningkat meskipun rasio pajak terhadap produk domestik bruto (tax ratio) tetap. “Kalau pertumbuhannya bagus, income juga akan lebih kencang,” kata dia.

Pernyataan ini sejalan dengan kebijakan Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati. Dalam rapat kerja dengan DPD RI, Selasa (2/9/2025), Sri menyampaikan pemerintah tidak akan memberlakukan pajak baru hingga tahun 2026 meskipun target pendapatan negara naik 9,8 persen. Strategi yang ditempuh adalah memperbaiki sistem perpajakan serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Sri menekankan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak perlu khawatir. UMKM dengan omzet sampai Rp500 juta dibebaskan dari pajak penghasilan (PPh). Sementara itu, usaha dengan omzet Rp500 juta hingga Rp4,8 miliar hanya dikenakan PPh final 0,5 persen.

Pada Senin sore, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Purbaya menggantikan Sri Mulyani. Usai dilantik, Purbaya menuturkan sejumlah prioritasnya, mulai dari mengatasi perlambatan ekonomi, mengoptimalkan pengelolaan keuangan negara, hingga menjaga stabilitas perbankan.

“Kalau saya lihat masih ada pengelolaan uang yang belum optimal, kita akan perbaiki itu. Walaupun anggarannya terserap, kita pastikan dananya tidak mengganggu sistem perbankan. Jadi, tidak usah khawatir,” ujarnya.

Purbaya juga menyampaikan pesan yang diberikan Presiden Prabowo kepadanya. “Pokoknya ciptakan pertumbuhan ekonomi yang baik, sejahterakan rakyat semaksimal mungkin. Kita tidak boleh gagal dengan program-program yang menyejahterakan rakyat,” kata dia.

Berita Terkait

Masyarakat Sebaiknya Menghindari Tiga Lokasi di Kawasan Jakarta Pusat Siang Ini
Kecongkakan Makan Siang, Pintu Kuliah Menggedor Meja Sang Utusan
Dikuasai Raksasa Teknologi, Iklan Digital Rp71 Triliun Jadi Tantangan Baru Industri Pers
Aksi Mahasiswa Serentak, Tuntut Pemulihan Ekonomi dan Supremasi Sipil
Demo Mahasiswa dalam Blokade, Menguji Pemerintahan Prabowo di Awal Jalan
Pemerintah Benahi MBG Menyeluruh, Zulhas Targetkan Tuntas dalam Sebulan
Foto Wabup di Kantor Camat Terpasang Sudah Rusak, Wakil Ketua Gerindra Deliserdang Tersinggung
Fraksi Gerindra: Walikota Jangan Kambinghitamkan Brimob dan Pengadilan di Pembahasan TKD

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:10 WIB

Masyarakat Sebaiknya Menghindari Tiga Lokasi di Kawasan Jakarta Pusat Siang Ini

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:13 WIB

Kecongkakan Makan Siang, Pintu Kuliah Menggedor Meja Sang Utusan

Senin, 15 Juni 2026 - 19:54 WIB

Dikuasai Raksasa Teknologi, Iklan Digital Rp71 Triliun Jadi Tantangan Baru Industri Pers

Senin, 15 Juni 2026 - 19:24 WIB

Aksi Mahasiswa Serentak, Tuntut Pemulihan Ekonomi dan Supremasi Sipil

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:52 WIB

Demo Mahasiswa dalam Blokade, Menguji Pemerintahan Prabowo di Awal Jalan

Berita Terbaru