Petani Menunggu, Rafinasi Datang: Gula 5.000 Ton Menumpuk Tanpa Pembeli

Sabtu, 9 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja menebang tebu di Kota Madiun, Jawa Timur. Holding Perkebunan Nusantara (PTPN) menargetkan bisa memproduksi satu juta ton gula di musim giling. Namun gula produksi petani menggunung tanpa pembeli. (Jennus)

Pekerja menebang tebu di Kota Madiun, Jawa Timur. Holding Perkebunan Nusantara (PTPN) menargetkan bisa memproduksi satu juta ton gula di musim giling. Namun gula produksi petani menggunung tanpa pembeli. (Jennus)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Di gudang Pabrik Gula Assembagoes, Situbondo, ribuan karung gula pasir tertumpuk rapi. Putih pucat, tetapi tak kunjung keluar dari pintu pabrik. Selama sebulan terakhir, sekitar 5.000 ton gula hasil giling petani mengendap, tanpa pembeli.

Harga yang ditawarkan pedagang bikin petani mengernyit: Rp14.350 per kilogram, bahkan ada yang menawar Rp14.200. Semua di bawah harga acuan penjualan pemerintah, Rp14.500. “Minimal segitu, kalau di bawahnya kami rugi,” kata Herman Fauzi, Sekretaris APTRI Cabang Assembagoes, Sabtu (9/8/2025).

Fauzi curiga, pasar disusupi gula rafinasi yang mestinya hanya untuk industri makanan dan minuman. Warnanya lebih putih, rasanya kurang manis, tapi harganya lebih murah. “Itu bikin harga gula petani tertekan,” ujarnya.

Kabar baiknya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) berjanji menggelontorkan Rp1,5 triliun. Uang itu akan disalurkan melalui PT Sinergi Gula Nusantara untuk membeli sementara gula petani. “Informasinya kami terima setelah pengurus pusat APTRI koordinasi dengan Kemenko Pangan dan Kemenko Perekonomian,” kata Fauzi.

Namun bagi General Manajer PG Assembagoes, Mulyono, penumpukan gula bukan hanya soal harga. Selama empat minggu tanpa penjualan, pembayaran kepada petani pun tertahan. “Gulanya ada, pembelinya yang hilang,” ucapnya. (ihd)

Berita Terkait

ESDM Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Setelah Harga Minyak Dunia Normal
Rupiah Menguat, Pasar Sambut Positif Kabar Kesepakatan AS-Iran Akhiri Konflik
Menkeu Bidik Investor China dan Inggris, Surat Utang Jadi Sumber Pembiayaan Baru
Purbaya Alokasikan Rp55 Triliun, Gaji ke-13 untuk ASN dan Pensiunan Cair Juni 2026
Pesan Purbaya untuk Penerima LPDP: Jaga Etika, Keluarga Harus Kembalikan Dana
Purbaya Perketat Pembenahan Pajak, Bidik Rasio Perpajakan 12 Persen
Pimpinan OJK dan Jajaran Ramai-ramai Mundur, Otoritas Pastikan Pengawasan Berjalan
Purbaya Yakin Modal Fiskal-Moneter Cukup untuk Pertumbuhan 6 Persen

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:31 WIB

ESDM Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Setelah Harga Minyak Dunia Normal

Senin, 15 Juni 2026 - 17:13 WIB

Rupiah Menguat, Pasar Sambut Positif Kabar Kesepakatan AS-Iran Akhiri Konflik

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:15 WIB

Menkeu Bidik Investor China dan Inggris, Surat Utang Jadi Sumber Pembiayaan Baru

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:39 WIB

Purbaya Alokasikan Rp55 Triliun, Gaji ke-13 untuk ASN dan Pensiunan Cair Juni 2026

Senin, 23 Februari 2026 - 16:56 WIB

Pesan Purbaya untuk Penerima LPDP: Jaga Etika, Keluarga Harus Kembalikan Dana

Berita Terbaru

Jakarta

Pemprov Lampung dan BP BUMN Bahas Aerocity Radin Inten II

Sabtu, 27 Jun 2026 - 13:52 WIB