24 Personel TNI AD Diperiksa Terkait Kematian Prada Lucky Namo di NTT

Jumat, 8 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana memberikan keterangan. (Dispen TNI AD)

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana memberikan keterangan. (Dispen TNI AD)

JENDELANUSANTARA.COM, Bandung — Sekitar 24 personel TNI Angkatan Darat diperiksa terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemeriksaan dilakukan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) di Kupang.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana mengatakan, mereka yang diperiksa mencakup terduga pelaku dan saksi peristiwa di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere, Kabupaten Nagekeo. “Semua dimintai keterangan dalam proses pemeriksaan ini,” ujarnya di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat, Jumat (8/8/2025).

Wahyu menegaskan, proses hukum akan dilaksanakan sesuai ketentuan setelah penyidik menemukan bukti dan fakta yang menguatkan tingkat keterlibatan masing-masing personel. Ia juga menyampaikan duka cita dan penyesalan atas peristiwa tersebut, serta mengajak semua pihak menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Polisi Militer Kodam IX/Udayana dan Denpom Kupang.

Prada Lucky meninggal dunia pada Rabu (6/8) pukul 10.30 Wita di RSUD Aeramo, Nagekeo, setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari. Prajurit yang baru dua bulan resmi bergabung dengan TNI AD itu sebelumnya menempuh pendidikan di Buleleng, Bali, sebelum ditempatkan di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere. (ihd)

Berita Terkait

KPK Ungkap Ada ‘Fee Percepatan’ untuk Loncat Antrean Haji 2923, Rp84 Juta per Jamaah
3.972 Personel Amankan Lebaran di Banten, Polda Dirikan 57 Pos Pengamanan dan Layanan
KPK Periksa Pengacara dalam Kasus Suap Hakim PN Depok Terkait Eksekusi Lahan
Rp58,1 Miliar Aset Judi Online Diserahkan Polisi ke Negara, 16 Perkara Telah Inkrah
Polisi Selidiki Kecelakaan Moge di Temon, Penumpang Tewas
Kasus Ekspor CPO Berlanjut, Kejagung Geledah Puluhan Lokasi di Riau dan Medan
Tabrakan Dua Motor di Depan MTs Lambangsari, Satu Remaja Luka Serius
Ditembak Karena Melawan, Koko Erwin Terkulai Digotong ke Bareskrim

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:24 WIB

3.972 Personel Amankan Lebaran di Banten, Polda Dirikan 57 Pos Pengamanan dan Layanan

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:16 WIB

KPK Periksa Pengacara dalam Kasus Suap Hakim PN Depok Terkait Eksekusi Lahan

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:37 WIB

Rp58,1 Miliar Aset Judi Online Diserahkan Polisi ke Negara, 16 Perkara Telah Inkrah

Senin, 2 Maret 2026 - 20:47 WIB

Polisi Selidiki Kecelakaan Moge di Temon, Penumpang Tewas

Senin, 2 Maret 2026 - 17:40 WIB

Kasus Ekspor CPO Berlanjut, Kejagung Geledah Puluhan Lokasi di Riau dan Medan

Berita Terbaru