Bareskrim Bongkar 25 Hektare Ladang Ganja di Aceh

Selasa, 24 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, di Jakarta, Selasa (24/6/2025), mengatakan pengungkapan itu berawal dari penangkapan tersangka YH alias Musra di Bener Meriah pada akhir Mei lalu. Dari tangan YH, polisi menyita 27 kilogram ganja kering yang rencananya akan dikirim ke Siantar, Sumatera Utara.

“Tersangka YH mengaku hanya sebagai kurir. Ia diperintah oleh F (buron) dan MR (buron) untuk mengantarkan ganja dengan upah Rp300.000 per kilogram,” ujar Eko. Tersangka lain, KR, berperan sebagai pengemas ganja di sebuah gubuk milik F.

Keterangan YH mengarah pada keberadaan ladang ganja milik F. Tim gabungan kemudian melakukan operasi pada 17–19 Juni dan 20–22 Juni di dua desa, yakni Blang Meurandeh dan Kuta Teungoh, Nagan Raya. Hasilnya, delapan titik ladang ditemukan dengan tanaman ganja yang diperkirakan berusia 4–6 bulan.

Sebagian besar ladang ganja dimusnahkan di lokasi pada 22–23 Juni. Pemusnahan di titik terakhir dilakukan Selasa ini.

Modus yang digunakan F adalah menanam ganja di kebun pribadi, lalu mengeringkannya di gubuk sebelum dikemas dan dikirim oleh kurir. Penyidik menjerat para tersangka dengan pasal berlapis dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Eko menambahkan, keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari dukungan masyarakat dan tokoh pemuda setempat yang memberi informasi awal. “Ini bukti pentingnya sinergi dalam pemberantasan narkoba,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Richard Lee dan Doktif Bersitegang soal Tuduhan Permintaan Rp200 Miliar
MA Kukuhkan Putusan Bebas Tian Bahtiar dalam Kasus Perintangan Perkara Korupsi
Tim 9 Periksa Enam Saksi, Kejagung Telusuri Aset dalam Kasus TPPU Febrie
Yusril: Polisi Tak Bisa Tindak Penghina Presiden Tanpa Pengaduan yang Bersangkutan
Perpres Ojol Tinggal Teken Presiden, Beri Kepastian Usaha Transportasi Daring
MK Tegaskan Hanya Presiden dan Wakil Presiden yang Bisa Adukan Penghinaan
Pemeriksaan Jenazah Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Libatkan Ahli DNA dan Toksikologi
Yaqut Melawan, Persoalkan Hilangnya Nama Fuad Hasan dalam Dakwaan Korupsi Haji

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Richard Lee dan Doktif Bersitegang soal Tuduhan Permintaan Rp200 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:35 WIB

MA Kukuhkan Putusan Bebas Tian Bahtiar dalam Kasus Perintangan Perkara Korupsi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Tim 9 Periksa Enam Saksi, Kejagung Telusuri Aset dalam Kasus TPPU Febrie

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Yusril: Polisi Tak Bisa Tindak Penghina Presiden Tanpa Pengaduan yang Bersangkutan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Perpres Ojol Tinggal Teken Presiden, Beri Kepastian Usaha Transportasi Daring

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Dasar Dalam Memahami dan Mengimplementasikan UULLAJ

Minggu, 16 Agu 2026 - 21:17 WIB