Ledakan Amunisi di Garut, Kesalahan Prediksi Petugas Jadi Sorotan DPR

Senin, 12 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR TB Hasanuddin

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai tragedi ledakan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Jawa Barat, yang menewaskan 13 orang, terjadi akibat kesalahan prediksi dalam proses pemusnahan. Ia menyoroti lemahnya antisipasi terhadap sifat tidak stabil dari amunisi kedaluwarsa.

“Ini akibat dari kesalahan prediksi petugas. Dikiranya satu ledakan cukup, ternyata ada amunisi yang meledak belakangan dan menimbulkan korban,” ujar Hasanuddin dalam siaran persnya, Senin (12/5/2025).

Ia menjelaskan, sifat amunisi kedaluwarsa tidak bisa sepenuhnya dipastikan. Tak jarang, beberapa bahan peledak baru bereaksi setelah jeda waktu tertentu. “Amunisi kadaluarsa itu tidak semuanya akan meledak serentak ketika diledakkan. Ada yang langsung meledak, ada juga yang meledak belakangan karena sifatnya sudah tidak normal,” jelas mantan perwira tinggi TNI itu.

Hasanuddin menegaskan bahwa lokasi peledakan di wilayah pantai sebenarnya telah sesuai ketentuan. Namun, pengawasan di sekitar area harus ditingkatkan guna mencegah masuknya warga sipil ke zona berbahaya. “Kejadian ini harus menjadi pelajaran. Pembatasan wilayah harus diperketat agar tidak ada masyarakat yang masuk ke area yang seharusnya steril,” katanya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa. “Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, husnul khotimah,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, ledakan terjadi saat pemusnahan amunisi tak layak pakai oleh TNI AD. Insiden ini merenggut nyawa 13 orang, termasuk empat personel TNI AD. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen Wahyu Yudhayana menjelaskan, ledakan terjadi saat petugas tengah menyusun detonator di lubang peledakan.

“Termasuk menyusun sisa detonator berkaitan dengan amunisi afkir. Saat tim sedang menyusun, tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang tersebut,” ujar Wahyu dalam konferensi pers.

TNI menyatakan masih melakukan investigasi untuk mengetahui secara menyeluruh penyebab ledakan susulan. (ihd)

Berita Terkait

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO
Dakwaan Jaksa Ungkap Penganiayaan Brigadir Rizka hingga Tewaskan Suami
Dua Petinggi Dana Syariah Indonesia Ditahan, Kasus Penipuan Rp2,4 Triliun
KPK Ungkap Kesepakatan Jahat Aparatur Negara di Kasus Lahan PN Depok
KPK Minta Publik Tunggu Penyidikan Budi Karya Sumadi
MA Tolak Beri Bantuan Hukum Hakim PN Depok yang Jadi Tersangka Korupsi
OTT KPK di Depok, Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Diamankan 
KPK Lakukan Dua OTT, di Lingkungan Bea Cukai Jakarta dan di Banjarmasin

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:44 WIB

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:52 WIB

Dakwaan Jaksa Ungkap Penganiayaan Brigadir Rizka hingga Tewaskan Suami

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:18 WIB

Dua Petinggi Dana Syariah Indonesia Ditahan, Kasus Penipuan Rp2,4 Triliun

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:12 WIB

KPK Ungkap Kesepakatan Jahat Aparatur Negara di Kasus Lahan PN Depok

Senin, 9 Februari 2026 - 23:55 WIB

KPK Minta Publik Tunggu Penyidikan Budi Karya Sumadi

Berita Terbaru

Petugas pada Kejaksaan Agung menggiring tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya tahun 2022–2024 di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (KM)

HUKUM

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO

Selasa, 10 Feb 2026 - 23:44 WIB