Trump Ingin Cepat Keluar dari Konflik Iran, Takut Dampak Politik Jelang Pemilu Paruh Waktu

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump khawatir konflik berkepanjangan dapat berdampak negatif terhadap posisi Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu Kongres. (Anadolu)

Presiden Donald Trump khawatir konflik berkepanjangan dapat berdampak negatif terhadap posisi Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu Kongres. (Anadolu)

JENDELANUSANTARA.COM, Moskow — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mencari strategi untuk mengakhiri ketegangan dengan Iran, seiring kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan dapat berdampak negatif terhadap posisi Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu Kongres.

Laporan majalah Time yang terbit Kamis (waktu setempat) menyebutkan, Trump ingin segera mengklaim kemenangan politik sekaligus menghentikan permusuhan sebelum risiko kerugian elektoral menjadi tak terkendali.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat, sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut, menilai peluang untuk mencapai skenario tersebut “sangat sempit”. Kekhawatiran utama terletak pada potensi eskalasi konflik yang justru dapat memperburuk persepsi publik terhadap pemerintahan saat ini.

Dalam dinamika internal, Trump juga disebut sangat berhati-hati terhadap kebocoran informasi. Bahkan, sehari sebelum rencana operasi militer terhadap Iran, ia dilaporkan sempat mengumumkan pembatalan operasi kepada para ajudannya.

Pertemuan penting itu berlangsung di kediaman pribadinya di Mar-a-Lago pada 27 Februari. Di lokasi tersebut, sejumlah staf dan penasihat berkumpul dalam sebuah pusat komando sementara.

Namun, situasi pertemuan disebut tidak sepenuhnya kondusif. Trump dilaporkan merasa tidak nyaman dengan banyaknya orang yang hadir, termasuk sejumlah individu yang tidak dikenalnya secara dekat. Dalam satu momen, ia menyatakan operasi dibatalkan.

Setelah ruangan dikosongkan, Trump kemudian memanggil kembali lingkaran kecil ajudan terpercaya untuk melanjutkan pembahasan, terutama terkait pihak-pihak yang dinilai layak terlibat dalam pengambilan keputusan strategis.

Di tengah dinamika tersebut, tekanan politik domestik terus menguat. Pemilihan paruh waktu Kongres dijadwalkan berlangsung pada 3 November mendatang, dengan Partai Republik saat ini masih memegang mayoritas di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Situasi ini menempatkan kebijakan luar negeri—termasuk konflik dengan Iran—sebagai faktor krusial yang dapat memengaruhi peta kekuatan politik di Washington dalam waktu dekat. (Sputnik/RIA Novosti)

Berita Terkait

Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz
Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata
AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington
Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur
Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap
UMY Perkokoh Reputasi Internasional dengan Menjalin Kemitraan Strategis di Laos
Jelang Pemakaman Khamenei, Militer Iran Peringatkan AS dan Israel agar Tak Picu Eskalasi
IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:17 WIB

AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:13 WIB

Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:58 WIB

Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap

Berita Terbaru