Konflik Memanas, Pakistan Balas Serangan India dengan Hantam Gudang Rudal di Punjab

Minggu, 11 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Islsmabad— Ketegangan bersenjata antara dua negara bertetangga bersenjata nuklir, India dan Pakistan, meningkat tajam setelah Islamabad melancarkan operasi militer besar sebagai balasan atas serangan udara India ke sejumlah wilayahnya. Fasilitas penyimpanan rudal BrahMos di Beas, negara bagian Punjab, India, menjadi salah satu sasaran utama yang dihancurkan dalam tahap awal serangan Pakistan.

Laporan Geo TV menyebutkan bahwa operasi militer tersebut menyasar target-target strategis India dan merupakan reaksi langsung terhadap “Operasi Sindoor” yang sebelumnya digelar India pada Rabu (7/5). Dalam operasi itu, New Delhi mengklaim telah menewaskan 70 orang yang mereka tuding sebagai anggota kelompok teroris, tanpa menyasar fasilitas militer Pakistan.

Namun, militer Pakistan melaporkan bahwa 31 orang tewas dan 57 lainnya terluka akibat serangan udara India, termasuk serangan ke tiga pangkalan udara Pakistan. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Angkatan Bersenjata Pakistan, Mayor Jenderal Ahmad Sharif Chaudhry, seperti dikutip media setempat.

Saling Tuding

Sementara itu, empat ledakan terdengar di kota Amritsar, Punjab, India, menurut laporan Reuters. Belum ada konfirmasi resmi dari otoritas India mengenai sumber ledakan tersebut.

Ketegangan antara kedua negara memuncak setelah insiden berdarah pada 22 April lalu di kawasan wisata Pahalgam, Kashmir. Serangan itu menewaskan sedikitnya 26 orang. Kelompok bersenjata Front Perlawanan (Resistance Front) mengaku bertanggung jawab, tetapi India menuding Pakistan berada di balik insiden tersebut. Islamabad membantah keras tuduhan itu.

Pemerintah Pakistan sebelumnya telah menyatakan kesediaannya untuk membuka dialog damai, namun langkah militer yang ditempuh kedua pihak belakangan ini memperkecil peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. (Sputnik-Oana)

Berita Terkait

Malaysia Dukung Pakistan Tuan Rumah Dialog AS–Iran: Untuk Perdamaian Nyata
Gelombang Protes Serangan Amerika terhadap Iran Meluas di Eropa, Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan
Israel Serang Jembatan Strategis di Sungai Litani, Eskalasi Memanas di Lebanon Selatan
Trump Klaim Telah Ada Dialog dan Perubahan Rezim di Iran, Teheran Bantah Keras
Pasukan AS ke Pulau Kharg Berisiko, Eks Pejabat Kontraterorisme: Bisa ‘Tersandera’ Persenjataan Iran
Sekjen PBB: Hentikan Operasi Militer AS-Israel ke Iran sebelum Lepas Kendali dan Sengsarakan Dunia
Trump Klaim Iran ‘Hancur Total’, Kritik Pemberitaan The New York Times
Ketum TP PKK Jadi Panelis Side Event CSW70, Dorong Akses Keadilan bagi Perempuan

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:45 WIB

Malaysia Dukung Pakistan Tuan Rumah Dialog AS–Iran: Untuk Perdamaian Nyata

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:51 WIB

Gelombang Protes Serangan Amerika terhadap Iran Meluas di Eropa, Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:50 WIB

Israel Serang Jembatan Strategis di Sungai Litani, Eskalasi Memanas di Lebanon Selatan

Senin, 23 Maret 2026 - 23:53 WIB

Trump Klaim Telah Ada Dialog dan Perubahan Rezim di Iran, Teheran Bantah Keras

Senin, 23 Maret 2026 - 13:09 WIB

Pasukan AS ke Pulau Kharg Berisiko, Eks Pejabat Kontraterorisme: Bisa ‘Tersandera’ Persenjataan Iran

Berita Terbaru

Yogyakarta

Libur Lebaran Belum Usai, Kepadatan Malioboro Masih Terjadi

Rabu, 25 Mar 2026 - 17:53 WIB