Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Hidupkan Warisan Budaya Lewat Jelajah Becak

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA – Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menghadirkan program Jelajah Becak dalam rangkaian Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) 2026. Tahun ini, kegiatan tersebut dikembangkan dengan menggunakan becak listrik sebagai sarana untuk mengenalkan sejarah, budaya, dan karakter kawasan Kotabaru kepada masyarakat.

Jelajah Becak menjadi salah satu upaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menghidupkan kembali kawasan Jagad Budaya Kotabaru melalui aktivitas yang melibatkan masyarakat secara langsung. Program ini sekaligus menghubungkan keberadaan becak sebagai warisan budaya takbenda dengan upaya pelestarian dan pengenalan kawasan bersejarah di Kotabaru.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, S.Sos., M.M., mengatakan Jelajah Becak pada KHFF 2026 tidak sekadar menjadi perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali sejarah, budaya, serta karakter kawasan Kotabaru melalui pengalaman yang lebih dekat.

“Jelajah ini bukan sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya, tapi menjadi ruang untuk mengenal kembali sejarah, budaya dan karakter kawasan Kotabaru melalui pengalaman yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Yetti.

Menurutnya, penggunaan becak listrik juga menjadi bagian dari pengembangan program Jelajah Becak. Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melibatkan sekitar 38 pengemudi becak dalam kegiatan tersebut.

Becak tidak hanya digunakan sebagai sarana mobilitas peserta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan becak sebagai salah satu identitas transportasi dan budaya Yogyakarta.

“Bagi kami ini bukan sekadar dukungan mobilitas peserta, tapi juga bagian dari upaya menjaga keberadaan becak sebagai salah satu identitas transportasi dan budaya Yogyakarta,” kata Yetti.

Dalam pelaksanaannya, peserta diajak mengeksplorasi sejumlah titik di kawasan inti Kotabaru yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Selain bangunan bersejarah, rute perjalanan juga mengenalkan museum serta sejumlah ruas jalan yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Kota Yogyakarta.

Jelajah Becak tersebut terbagi dalam dua rute, yakni Rute Perjuangan dan Rute Toleransi.

Rute Perjuangan mengarahkan peserta menuju kawasan SMA Negeri 3 Yogyakarta atau Padmanaba. Sementara itu, Rute Toleransi mengajak peserta menyusuri sejumlah tempat ibadah yang menjadi bagian dari sejarah dan keberagaman kawasan Kotabaru.

Pada Rute Toleransi, perjalanan dimulai dari Masjid Syuhada. Peserta kemudian menuju Gereja HKBP Kotabaru untuk mendapatkan penjelasan mengenai sejarah gereja tersebut. Perjalanan dilanjutkan menuju Gereja Katolik Kotabaru sebelum peserta kembali ke kawasan Masjid Syuhada untuk memperoleh penjelasan mengenai sejarah masjid.

Kegiatan Jelajah Becak kemudian menjadi bagian dari rangkaian menuju program Becak Drive-In Cinema. Becak listrik yang digunakan dalam perjalanan tersebut nantinya juga menjadi tempat duduk peserta untuk menikmati pemutaran film.

Konsep tersebut menjadi cara Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta untuk menghubungkan berbagai ruang aktivitas di kawasan Kotabaru, mulai dari pasar, becak, kawasan Jagad Budaya, hingga ruang pemutaran film.

Yetti menjelaskan, pelaksanaan kegiatan di Pasar Terban juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan berbagai elemen yang merepresentasikan karakter Yogyakarta.

Selain Jelajah Becak, KHFF 2026 menghadirkan program baru berupa EduScreen. Program ini membuka kesempatan bagi pelajar, mahasiswa, komunitas, maupun masyarakat untuk mengikuti berbagai kegiatan dalam festival, termasuk program edukasi dan pemutaran film.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta, Rizki Budi Utomo, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dalam pelaksanaan Jelajah Becak tersebut.

Ia menilai kebudayaan, pariwisata, dan transportasi perlu berjalan bersama untuk menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, berkelanjutan, sekaligus tetap mempertahankan karakter Yogyakarta.

“Kebudayaan, pariwisata dan transportasi perlu berjalan bersama untuk menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, berkelanjutan, dan tetap berkarakter Yogyakarta,” ujar Rizki.

Melalui Jelajah Becak, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan pengalaman mengenal warisan budaya yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui perjalanan menyusuri kawasan bersejarah Kotabaru.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Kotabaru Heritage Film Festival 2026 yang mengangkat gagasan bahwa warisan budaya merupakan sesuatu yang hidup dan terus berinteraksi dengan masyarakat. (Aga)

Berita Terkait

Wregas Bhanuteja Bocorkan Proyek Film Berikutnya, Angkat Kisah Kedukaan di Tengah Kota
Mengenal Film Para Perasuk Karya Wregas Bhanuteja
Mengenal Sejarah Jalan Kotabaru Yogyakarta, dari Hunian Belanda hingga Masjid Syuhada
Kotabaru Heritage Film Festival 2026 Resmi Dibuka, Angkat Warisan Budaya sebagai Cara Pandang
Purbaya Yudhi Sadewa Serahkan Jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara
Standar Higiene MBG Diperketat, Pakar UMY Ingatkan Sertifikat Saja Tak Cukup
Polsek Wirobrajan Ungkap Kasus Pencurian Sepeda Motor, Satu Tersangka Berhasil Diamankan
Dampingi Keluarga Korban, Tim Ajukan Perlindungan bagi Korban dan Saksi ke LPSK

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:40 WIB

Wregas Bhanuteja Bocorkan Proyek Film Berikutnya, Angkat Kisah Kedukaan di Tengah Kota

Jumat, 18 September 2026 - 08:33 WIB

Mengenal Film Para Perasuk Karya Wregas Bhanuteja

Jumat, 18 September 2026 - 08:23 WIB

Mengenal Sejarah Jalan Kotabaru Yogyakarta, dari Hunian Belanda hingga Masjid Syuhada

Jumat, 18 September 2026 - 08:19 WIB

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Hidupkan Warisan Budaya Lewat Jelajah Becak

Jumat, 18 September 2026 - 08:12 WIB

Kotabaru Heritage Film Festival 2026 Resmi Dibuka, Angkat Warisan Budaya sebagai Cara Pandang

Berita Terbaru