JENDELANUSANTARA.COM, SLEMAN – SD Muhammadiyah Komplek Kolombo perlahan bangkit setelah sempat mengalami penurunan peserta didik melalui penguatan pendidikan karakter Islami yang konsisten.
Sekolah yang berdiri sejak 1965 tersebut kini kembali menarik perhatian masyarakat berkat transformasi pembelajaran, budaya sekolah, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Kepala SD Muhammadiyah Komplek Kolombo, Ari Setyawan, menegaskan,
”Fokus kami bukan sekadar mengejar prestasi akademik, tetapi membangun karakter Islami yang kuat.”
Ia menambahkan, “Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi berakhlak mulia, percaya diri, sekaligus memiliki daya saing menghadapi perkembangan zaman.”
Menurut Ari, pembenahan dilakukan dengan mengadopsi berbagai praktik baik dari SD Muhammadiyah Condongcatur yang selama ini dikenal memiliki kualitas pendidikan unggul.
Salah satu program unggulan adalah literasi Al-Qur’an setiap pagi selama sekitar lima belas hingga dua puluh menit sebelum seluruh kegiatan pembelajaran dimulai bersama.
”Seluruh siswa membaca Iqra maupun Al-Qur’an sesuai kemampuan masing-masing sehingga kebiasaan baik terus tumbuh setiap hari,” ungkap Ari Setyawan kepada wartawan.
Ia mengatakan kebiasaan tersebut mulai membuahkan hasil positif karena kedisiplinan meningkat, sopan santun semakin terbentuk, serta semangat belajar berkembang signifikan.
”Perubahan karakter menjadi fondasi utama. Prestasi akademik maupun non akademik akan mengikuti ketika budaya sekolah benar-benar terbentuk,” tegasnya kembali.
Upaya tersebut terbukti melalui meningkatnya berbagai capaian siswa, termasuk keberhasilan mengharumkan nama sekolah dalam ajang olahraga karate tingkat nasional membanggakan.
Kepercayaan masyarakat juga terus tumbuh sehingga pada tahun ajaran baru sekolah berhasil membuka dua rombongan belajar bagi peserta didik kelas pertama.
Bahkan, untuk pertama kalinya sejak sekolah berdiri, terdapat calon peserta didik yang telah melakukan pendaftaran inden sebelum penerimaan resmi dibuka sekolah.
”Ini menjadi penyemangat bagi kami. Masyarakat mulai melihat perubahan yang sedang kami lakukan,” ujar Ari Setyawan penuh optimisme.
Ia menegaskan, “Kepercayaan itu harus kami jaga melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan, pembelajaran, pembinaan karakter, serta pelayanan kepada seluruh orang tua.”
Berada di kawasan Komplek Masjid Jenderal Soedirman Kolombo, sekolah menjadi bagian ekosistem pendidikan Muhammadiyah bersama SMP Muhammadiyah dan SMA Muhammadiyah setempat.
“Kami berharap SD Muhammadiyah Komplek Kolombo kembali menjadi pilihan utama masyarakat Sleman dengan menghadirkan pendidikan berkualitas, religius, dan berkarakter,” pungkasnya.(ADY)














