JENDELANUSANTARA.COM, Sleman – Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta terus memperkuat jejaring internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Parallaxnet yang dirangkaikan dengan International Guest Lecture bertajuk How to Build a Start-Up Business, Kamis (18/6).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 3 Gedung Piwulangan Kampus Terpadu UWM itu menghadirkan CEO Parallaxnet, Mazhar Durrani, sebagai pembicara utama di hadapan sivitas akademika dan ratusan mahasiswa yang antusias mempelajari strategi membangun bisnis rintisan di era digital.
Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., menegaskan bahwa kerja sama internasional tidak boleh berhenti sebatas penandatanganan dokumen.
Menurutnya, kemitraan harus diwujudkan melalui program-program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.
“Kemitraan tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen atau kegiatan seremonial semata.
”Yang lebih penting adalah implementasi melalui program-program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak serta mendukung pengembangan kewirausahaan dan inovasi di lingkungan akademik,” ujar Prof. Edy.
Prof. Edy menambahkan, tema How to Build a Start-Up Business sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia saat ini.
Ia menilai bangsa ini membutuhkan lebih banyak inovator dan wirausahawan muda yang mampu menciptakan lapangan kerja serta memperkuat perekonomian nasional.
“Mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan belajar langsung dari praktisi internasional agar memiliki bekal menghadapi tantangan global dan mampu menciptakan usaha yang kompetitif,” katanya.
Dalam paparannya, CEO Parallaxnet, Mazhar Durrani, menguraikan langkah-langkah membangun perusahaan rintisan.
Mulai dari menemukan ide bisnis, melakukan riset pasar, menyusun rencana bisnis, membentuk tim yang solid, mengembangkan Minimum Viable Product (MVP), hingga menyiapkan strategi pemasaran dan ekspansi usaha.
Ia menekankan bahwa ide yang baik saja tidak cukup tanpa kemampuan beradaptasi dan konsistensi menghadapi perubahan.
“Membangun start-up membutuhkan waktu, kerja keras, dan ketekunan. Tetaplah gigih, mampu beradaptasi terhadap perubahan, dan jadikan setiap kegagalan sebagai pelajaran untuk terus berkembang,” tegas Mazhar.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut mencoba, karena kegagalan merupakan bagian penting dalam proses membangun bisnis yang berkelanjutan.
Mazhar turut memperkenalkan visi Parallaxnet dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi melalui pembelajaran praktis, kurikulum yang mengintegrasikan teknologi dan bisnis, serta pelatihan di bidang cloud computing, keamanan siber, pemrograman, kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga data science. Menurutnya, kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan untuk menghadapi transformasi digital global yang semakin cepat.
Melalui penandatanganan MoU dan kuliah umum internasional ini, UWM menegaskan komitmennya memperluas kolaborasi global sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif bagi mahasiswa.
Sinergi antara dunia akademik dan industri internasional diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, berdaya saing tinggi, serta siap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan di masa depan.(ady)














