LASEF 2026 Jadi Momentum Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Syariah di Lampung

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menutup kegiatan Lampung Sharia Economic Festival (Lasef) Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung di Lampung City Mall, Bandar Lampung, Minggu (10/5/2026).

Lasef 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Mei 2026, menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengakselerasi pengembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, serta mendorong lahirnya sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Lampung.

Mengusung tema “Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan di Provinsi Lampung”, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai rangkaian acara, seperti pameran UMKM, bazar kuliner halal, business matching pembiayaan syariah, hingga promosi produk unggulan lokal Lampung.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Lampung yang kembali sukses menyelenggarakan Lasef pada tahun 2026.

Menurut Gubernur, pelaksanaan Lasef menunjukkan bahwa ekonomi syariah tumbuh nyata di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha maupun masyarakat.

“Tadi telah kita saksikan bagaimana ekonomi syariah hadir dan tumbuh secara nyata di tengah masyarakat melalui berbagai rangkaian kegiatan yang inspiratif dan penuh manfaat,” ujarnya.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Provinsi Lampung seiring pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan UMKM yang erat kaitannya dengan ekosistem ekonomi syariah.

Ia menilai partisipasi puluhan UMKM dalam Halal Mart menjadi bukti besarnya potensi produk lokal Lampung, mulai dari kuliner, produk olahan, kopi khas Lampung, hingga berbagai jenis wastra lokal yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Gubernur, akan terus memperkuat sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan agar ekonomi syariah benar-benar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung.

“Saya yakin, dengan didukung kekuatan sektor pertanian, UMKM, industri halal, pondok pesantren, serta potensi zakat dan wakaf produktif yang terus berkembang, ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung, asosiasi pelaku usaha, pondok pesantren, lembaga keuangan, dan seluruh UMKM dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Lampung.

Ia menyebut selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi melalui partisipasi dalam pameran UMKM, bazar kuliner halal, hingga promosi berbagai produk unggulan lokal seperti kopi dan keripik khas Lampung.

Selain itu, melalui sinergi bersama OJK Provinsi Lampung dan lembaga keuangan syariah, kegiatan business matching pembiayaan yang dilaksanakan dalam Lasef 2026 berhasil mencatat komitmen pembiayaan senilai sekitar Rp230 miliar melibatkan 15 lembaga keuangan dan 9873 UMKM.

Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Indonesia berharap kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat guna mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang semakin maju, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi Lampung. (lsi)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

PSEL Lampung Raya Diproyeksikan Hasilkan Listrik untuk 15 Ribu Rumah Tangga
Lampung Siapkan Venue dan Sistem Digital untuk Pornas Korpri XVIII 2027
HIPMI Lampung Sukses Gelar Half Marathon, Padukan Olahraga dan Kebersamaan
Kajian Akbar BI Lampung Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Ekonomi Syariah
Gibran Pastikan Dukungan Pemerintah untuk Program Bahasa Jepang di Lampung
Wapres Pastikan Kawasan Nelayan Merah Putih Desa Margasari Berjalan Optimal
Program Bedah Rumah di Lampung Tembus 9.382 Unit, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Marindo Kurniawan Ajak Orang Tua Junjung Kejujuran dalam SPMB 2026

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 16:01 WIB

PSEL Lampung Raya Diproyeksikan Hasilkan Listrik untuk 15 Ribu Rumah Tangga

Senin, 11 Mei 2026 - 14:57 WIB

Lampung Siapkan Venue dan Sistem Digital untuk Pornas Korpri XVIII 2027

Senin, 11 Mei 2026 - 11:19 WIB

LASEF 2026 Jadi Momentum Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Syariah di Lampung

Senin, 11 Mei 2026 - 09:22 WIB

HIPMI Lampung Sukses Gelar Half Marathon, Padukan Olahraga dan Kebersamaan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:33 WIB

Kajian Akbar BI Lampung Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Ekonomi Syariah

Berita Terbaru

Pembangunan huntap di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kebaupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Dok. Satgas PRR/BNPB

Nasional

996 Unit Huntap Masih Dibangun di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Senin, 11 Mei 2026 - 20:43 WIB