43 Tentara Bunuh Diri Sejak Serangan ke Gaza, Militer Israel Krisis Mental

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Teheran — Militer Israel menghadapi lonjakan kasus gangguan psikologis akut di tengah konflik berkepanjangan di Gaza dan Lebanon. Sejak serangan ke Jalur Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, sedikitnya 43 tentara dilaporkan melakukan bunuh diri akibat tekanan mental berat.

Media Al Jazeera, mengutip sumber internal militer Israel, menyebut bahwa bunuh diri terjadi terutama di antara tentara yang mengalami trauma setelah terlibat langsung dalam operasi pertempuran, termasuk di garis depan dan dalam misi pengangkutan jenazah.

Salah satu kasus terbaru adalah Daniel Edri (24), tentara muda yang bertugas membawa jenazah rekan-rekannya dari medan tempur. Edri mengakhiri hidupnya karena tak kuasa menanggung beban psikologis yang terus membayangi.

Mengutip laporan surat kabar Haaretz, krisis kekurangan personel mendorong militer Israel merekrut individu dari pasukan cadangan, termasuk mereka yang mengidap gangguan mental, untuk bertugas di medan perang. Komandan militer mengakui bahwa ribuan tentara cadangan kini menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD) akibat intensitas konflik.

“Militer tak punya pilihan selain memanggil kembali personel dengan kondisi psikologis tidak stabil, bahkan saat mereka masih menjalani perawatan,” ujar salah satu komandan kepada Haaretz.

Kantor urusan keamanan dalam negeri Israel mencatat, sejak Oktober tahun lalu, sekitar 9.000 tentara mengalami disabilitas mental. Namun, militer tidak merinci jumlah pasti korban bunuh diri sepanjang 2024. Sejumlah jenazah bahkan dilaporkan dikuburkan tanpa upacara pemakaman militer.

Sumber internal militer menyebut, ada unit yang memberikan dua pilihan kepada anggotanya yang mengalami tekanan mental ekstrem: bertahan atau mengundurkan diri dari dinas militer. Di lapangan, pilihan itu terkadang berarti bunuh diri atau desersi.

Pemerintah Israel dilaporkan telah merekrut sekitar 800 psikiater dan memperluas akses ke pusat-pusat konseling untuk mengendalikan lonjakan krisis kesehatan mental ini. Namun, tekanan politik juga memanas.

Pemimpin oposisi Yair Lapid menuding Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengorbankan nyawa prajurit di Khan Younis dan Jenin demi kepentingan politik, termasuk menolak wajib militer bagi komunitas Yahudi ultraortodoks (Haredi).

Sementara itu, Ketua Partai Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, menyatakan kematian para tentara merupakan konsekuensi dari kebijakan koalisi yang mempertahankan kekuasaan dan menggagalkan kesepakatan pembebasan tahanan. (ihd)

Berita Terkait

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO
Dakwaan Jaksa Ungkap Penganiayaan Brigadir Rizka hingga Tewaskan Suami
Dua Petinggi Dana Syariah Indonesia Ditahan, Kasus Penipuan Rp2,4 Triliun
KPK Ungkap Kesepakatan Jahat Aparatur Negara di Kasus Lahan PN Depok
KPK Minta Publik Tunggu Penyidikan Budi Karya Sumadi
MA Tolak Beri Bantuan Hukum Hakim PN Depok yang Jadi Tersangka Korupsi
OTT KPK di Depok, Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Diamankan 
KPK Lakukan Dua OTT, di Lingkungan Bea Cukai Jakarta dan di Banjarmasin
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:44 WIB

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:52 WIB

Dakwaan Jaksa Ungkap Penganiayaan Brigadir Rizka hingga Tewaskan Suami

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:18 WIB

Dua Petinggi Dana Syariah Indonesia Ditahan, Kasus Penipuan Rp2,4 Triliun

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:12 WIB

KPK Ungkap Kesepakatan Jahat Aparatur Negara di Kasus Lahan PN Depok

Senin, 9 Februari 2026 - 23:55 WIB

KPK Minta Publik Tunggu Penyidikan Budi Karya Sumadi

Berita Terbaru

Jakarta

UNJ Jadi Tuan Rumah Seleknas Sepak Takraw Nasional 2026

Rabu, 11 Feb 2026 - 09:22 WIB