JENDELANUSANTARA.COM, Teheran — Jumlah korban tewas akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran dilaporkan mencapai sekitar 160 orang. Angka tersebut disampaikan media lokal Iran yang mengutip pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.
Pemerintah Iran menyebut serangan itu menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk pelajar dan tenaga pengajar. Hingga Sabtu (28/2/2026), proses evakuasi dan pendataan korban masih berlangsung di lokasi kejadian.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pernyataan resmi yang dirilis kantor kepresidenan mengutuk keras serangan tersebut. Ia menyebut serangan terhadap fasilitas pendidikan sebagai tindakan “tidak manusiawi” dan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan.
Pezeshkian juga memerintahkan seluruh pusat bantuan, layanan medis, serta pejabat terkait di wilayah terdampak untuk memprioritaskan perawatan segera dan tanpa gangguan bagi korban luka maupun keluarga mereka. Pemerintah, kata dia, akan memobilisasi seluruh sumber daya yang tersedia untuk penanganan darurat.
Sebelumnya, kantor berita semiresmi Tasnim News Agency melaporkan jumlah korban tewas mencapai 85 orang. Perbedaan angka korban tersebut menunjukkan situasi di lapangan masih berkembang dan memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait laporan serangan tersebut. Ketegangan di kawasan Timur Tengah pun diperkirakan semakin meningkat menyusul insiden yang menargetkan fasilitas sipil tersebut. (ihd)














