143 Negara Dukung PBB Bentuk Negara Palestina, 10 Menolak Termasuk AS

Minggu, 14 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Bela Palestina di depan Kedubes AS, Jakarta. (CNBC)

Aksi Bela Palestina di depan Kedubes AS, Jakarta. (CNBC)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui terbentuknya Negara Palestina melalui voting yang menghasilkan dukungan mayoritas. Sebanyak 143 negara mendukung, 10 negara menolak, dan 12 negara abstain.

Resolusi bertajuk ‘Deklarasi New York tentang Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara’ merupakan hasil konferensi internasional yang digagas Prancis dan Arab Saudi di Markas Besar PBB, Juli lalu.

Duta Besar Prancis di PBB, Jérôme Bonnafont, menyebut deklarasi ini memuat peta jalan menuju solusi dua negara, termasuk gencatan senjata, pembebasan sandera di Gaza, hingga normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab. “Deklarasi ini memberi kerangka yang jelas bagi perdamaian di Timur Tengah,” ujarnya.

Namun, Israel menolak resolusi tersebut. Duta Besar Israel di PBB, Danny Danon, menilai keputusan itu sepihak dan melemahkan kredibilitas Majelis Umum. “Hamas adalah pemenang terbesar dari setiap dukungan yang diberikan hari ini,” kata Danon. Amerika Serikat juga termasuk di antara negara yang menolak.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan, inti dari perdamaian di kawasan adalah implementasi solusi dua negara dengan Israel dan Palestina hidup berdampingan sebagai negara merdeka, berdaulat, dan demokratis.

Daftar negara yang menolak deklarasi: Argentina, Hungaria, Mikronesia, Nauru, Palau, Papua Nugini, Paraguay, Tonga, Amerika Serikat, dan Israel. Adapun negara yang abstain antara lain Albania, Ceko, Kamerun, Ethiopia, dan Sudan Selatan. (ihd)

Berita Terkait

Malaysia Dukung Pakistan Tuan Rumah Dialog AS–Iran: Untuk Perdamaian Nyata
Gelombang Protes Serangan Amerika terhadap Iran Meluas di Eropa, Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan
Israel Serang Jembatan Strategis di Sungai Litani, Eskalasi Memanas di Lebanon Selatan
Trump Klaim Telah Ada Dialog dan Perubahan Rezim di Iran, Teheran Bantah Keras
Pasukan AS ke Pulau Kharg Berisiko, Eks Pejabat Kontraterorisme: Bisa ‘Tersandera’ Persenjataan Iran
Sekjen PBB: Hentikan Operasi Militer AS-Israel ke Iran sebelum Lepas Kendali dan Sengsarakan Dunia
Idul Fitri 1447 H Ditetapkan Sabtu 21 Maret 2026, Hilal Tak Terlihat di 177 Titik
Atalia Praratya Dukung Pembatasan AI Instan dan Media Sosial pada Anak

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:45 WIB

Malaysia Dukung Pakistan Tuan Rumah Dialog AS–Iran: Untuk Perdamaian Nyata

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:51 WIB

Gelombang Protes Serangan Amerika terhadap Iran Meluas di Eropa, Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:50 WIB

Israel Serang Jembatan Strategis di Sungai Litani, Eskalasi Memanas di Lebanon Selatan

Senin, 23 Maret 2026 - 23:53 WIB

Trump Klaim Telah Ada Dialog dan Perubahan Rezim di Iran, Teheran Bantah Keras

Senin, 23 Maret 2026 - 13:09 WIB

Pasukan AS ke Pulau Kharg Berisiko, Eks Pejabat Kontraterorisme: Bisa ‘Tersandera’ Persenjataan Iran

Berita Terbaru