JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menegaskan imbauannya agar nasabah tidak sembarangan membagikan data pribadi, terutama kode One‑Time Password (OTP). Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan beberapa hal penting:
🔒 Data Sensitif Tidak Diminta Bank
BNI tidak pernah meminta OTP, PIN, password, atau data rahasia melalui telepon, SMS, WhatsApp, email, atau media sosial. bni.co.id+8tempo.co+8bni.co.id+8
Jika ada pihak yang mengaku dari BNI meminta data pribadi, nasabah diimbau untuk verifikasi ulang melalui kanal resmi BNI seperti call center 1500046 atau aplikasi dan website resmi. kumparan.com+9kalbar.antaranews.com+9economy.okezone.com+9
Modus Penipuan yang Semakin Canggih
SMS/WA palsu, media sosial dan akun peniru, serta call center fiktif menjadi sarana utama penipu. jpnn.com+4economy.okezone.com+4deskjabar.pikiran-rakyat.com+4
Penggunaan teknologi fake BTS memungkinkan pengirim SMS langsung ke ponsel korban, disertai tautan berbahaya dan janji hadiah palsu. bni.co.id+5economy.okezone.com+5jpnn.com+5
Card trapping di ATM: pelaku memasang alat agar kartu tertahan, lalu pura‑pura membantu dan mengarahkan korban menelepon call center palsu. Dari situ, PIN dan data sensitif digali. bni.co.id+3kalbar.antaranews.com+3kompasiana.com+3
#Tips Aman dari BNI
Selalu waspada: abaikan atau hapus pesan/telepon yang mencurigakan.
Verifikasi melalui kanal resmi sebelum merespons permintaan data. Ibrahim
Periksa kondisi ATM: jika kartu tertahan, batalkan transaksi dan hubungi call center resmi.
Tingkatkan literasi keuangan, gunakan edukasi dari Divisi Customer Experience Center (CXC) BNI yang terus aktif menguatkan keamanan data dan layanan edukasi. rri.co.id+11deskjabar.pikiran-rakyat.com+11kalbar.antaranews.com+11bni.co.id+3kalbar.antaranews.com+3jpnn.com+3
Kolaborasi untuk Lingkungan Keuangan Terpercaya
Okki menegaskan, “Dengan kerja sama dan kesadaran bersama, kita bisa menciptakan ekosistem keuangan yang aman dan terpercaya. Jika menemukan indikasi penipuan, segera hubungi BNI Call di 1500046.”
📌 Kesimpulan Ringkas
| Ancaman | Tindakan Pencegahan |
|---|---|
| SMS/WA, akun palsu, call center fiktif | Hapus, verifikasi lewat kanal resmi |
| Fake BTS & tautan berbahaya | Jangan klik link mencurigakan |
| Card trapping ATM | Batalkan, hubungi call center resmi |
| Permintaan OTP/PIN | Jangan bagikan, segera konfirmasi resmi |














